Tentang bagaimana kita menyusuri satu bagian yang
sempat terlupakan, menyusuri satu tapak milik senja, sore ini, dalam jeda seusai
gerimis kecil-kecil yang tak mau menjatuhkan raga yang terharu, yang tak tahu
malu, bahwa sesungguhnya si pemilik nama hujan telah lama ditunggu
Keterlaluan membawa kita menikmati sekali lagi tentang banyak doa yang semesta mengiyakannya.
Tentang hidup yang alangkah
lebih baiknya bila aku dan kamu terus giring bersama kedepan, maju, melangkah
pelan-pelan menjauhi setiap laci-laci kenangan yang sengaja dibuka atau tak
sengaja terbuka. Seperti senja yang bersiap menghilang dalam jangka pukul
petang.
Bahwa, keterikatan antara pertemuan, perpisahan, ada
dalam satu siklus kosmik yang sering kita sebut dengan jengah sebagai alasan. Bahwa, senja sore ini adalah memorabila yang pantas
terulang, kemudian mengulang agar sengaja menjadikannya diulang.
Aku yang terlalu lama berhenti menulisi setiap rasa
tentangmu. Lalu kutulis kembali, bagian skenario terbaik tentangmu, melalui
kanvas langit, dialiri tinta ungu yang membiru, pada sore yang berlebihan
sendu. Reinkarnasi senja, sekali lagi melukis membentuk
diorama jingga, mengudara mantra, bahwa kita harus menua bersama.
with love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar