welcome

Rabu, 10 April 2013

Reinkarnasi Senja


Tentang bagaimana kita menyusuri satu bagian yang sempat terlupakan, menyusuri satu tapak milik senja, sore ini, dalam jeda seusai gerimis kecil-kecil yang tak mau menjatuhkan raga yang terharu, yang tak tahu malu, bahwa sesungguhnya si pemilik nama hujan telah lama ditunggu
Keterlaluan membawa kita menikmati sekali lagi tentang banyak doa yang semesta mengiyakannya. 
Tentang hidup yang alangkah lebih baiknya bila aku dan kamu terus giring bersama kedepan, maju, melangkah pelan-pelan menjauhi setiap laci-laci kenangan yang sengaja dibuka atau tak sengaja terbuka. Seperti senja yang bersiap menghilang dalam jangka pukul petang.

Bahwa, keterikatan antara pertemuan, perpisahan, ada dalam satu siklus kosmik yang sering kita sebut dengan jengah sebagai alasan. Bahwa, senja sore ini adalah memorabila yang pantas terulang, kemudian mengulang agar sengaja menjadikannya diulang. 

Aku yang terlalu lama berhenti menulisi setiap rasa tentangmu. Lalu kutulis kembali, bagian skenario terbaik tentangmu, melalui kanvas langit, dialiri tinta ungu yang membiru, pada sore yang berlebihan sendu. Reinkarnasi senja, sekali lagi melukis membentuk diorama jingga, mengudara mantra, bahwa kita harus menua bersama.

with love :)
Desi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar