welcome

Sabtu, 20 April 2013

Jangan Dulu Beranjak, Luka


Malam ini, hujan datang lagi. Masih dengan irama kenangan yang sama. Tak apa, aku bukan ingin menangis. Hanya saja, di dalamku, sepertinya luka telah menemukan sarangnya. Menetap, mengakar dan tumbuh bersama ladang kering yang dulu hijaunya penuh keteduhan, kini gugur meranggas. Andai luka juga bisa hilang satu per satu seiring waktu, akan begitu mudah aku tersenyum lagi di hadapmu.

Aku seperti kehausan tanpa mengetahui apa yang bisa kuminum. Sekadar ingin membasahi perihnya jerit-jerit yang tak lagi kau pedulikan. Bukan saja karena kau tak mendengar, namun kau memang tak pernah benar-benar ada di garis takdirku. Samar dan semakin pudar. Apa lantas jejakku harus berhenti sampai di sini? Tidak, Luka. Mari terseok berdua, lukai lagi saja nadi-nadi kita. Toh, kita bisa apa untuk menyelamatkan diri.

Selamat datang, langkah-langkah kelelahan tanpa alas. Entah ada di mana dan akan ke mana. Tersesat di antara pergerakan waktu, di kala tatanan hatiku belum seremuk ini.  Mencari tahu sedang apa dan untuk apa aku di sini, sekarang. Nyaris tak ada jawaban yang kutemukan. Jangan dulu beranjak, Luka. Tanpamu, aku hanya akan semakin sendiri.

Temani aku sebentar lagi, Luka. Paling tidak, hingga aku kuat menengadahkan wajahku ke arah langit dan meninggalkan sisa-sisa patahan hatiku yang sudah lewat masanya.

with love :)
Desi 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar