welcome

Selasa, 09 April 2013

Hari ke 6 : Just Broken Heart


Dear you, E, Satu Mei

Ini surat cinta dariku tepat pada hari ke-6 semenjak banyak rasa yang perlu diabadikan menurutku, untukmu. Surat yang terlalu banyak menuang rindu pada cangir-cangkir kopi yang sedemikian membuat candu. Surat yang tak terbalas, atau mungkin saja tak pernah terbaca olehmu. Toh, dengan melapang dada aku tetap menuliskannya.

Kusadari belakangan, bahwa sekian waktu telah kuhabiskan dengan berlebihan untuk terus berenang-renang dalam ingatan, untuk terus menertawai kenangan, untuk terus menunggui harapan. Nyatanya, kepatah-hatian milikku tidak ada apa-apanya dengan setiap kepatah-hatian milik banyak jiwa di luar sana yang disia-siakan dalam sendu.

Aku masih baik-baik saja.
Setiap episode dalam setiap patah hati kutemui dan kualami memang akan terus seperti ini. Ia akan memulai dengan episode tidak terima, tidak rela, tidak terbiasa, hingga hiperbolisnya aku lah yang paling sakit hati di dunia.
Namun, perlahan demi perlahan kusadari, prosais terbaik sepanjang masa tidak akan menyelamatkanku dari keracunan akan suatu patah hati, karena siklusnya akan terus seperti ini. Berputar, membentuk circa yang tidak pernah berujung. Hingga pertemuan dan perpisahan, kusadari hanyalah bagian yang akan terus saling bergantian, bertukar.

Aku ada pada satu keadaan dimana hatiku telah jengah dan lelah lalu kemudian enggan merenda patah. Maka kubiarkan saja semua seperti ini adanya.
Dan kurasai, aku patah hati, aku sakit hati. Setidaknya itu adalah satu-satunya yang membuktikan bahwa aku berperasaan, bahwa aku hidup.

Mengalirlah saja karena siklusnya cuma itu, sakit lalu bahagia, sakit lagi dan 
bahagia.

with love :)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar