Ketika yang kulakukan tak juga mengubah
keadaan
Kupikir hari
ini gila sekali. Tak seperti hari-hari sebelumnya. Coklat panas dalam gelas
plastik yang kuteguk dengan tenang tak juga menenangkan. Secangkir kopi pemasok
semangat terbesarku tak juga mengisi rongga ruangnya. Yang kudapati justru rasa
sakit dalam kerapatan frekuensi detak jantungku. Aku semakin gelisah dalam
sesuatu yang masih belum kuselami makna sebenarnya. Dan lagi Cornetto Black
and White yang kumakan sebelum kereta berangkat juga tidak melebarkan senyumku,
tidak sama sekali.
Mungkinkah
aku frustasi?
Lima
bulat onde-onde yang biasa kumakan dalam waktu kurang dari 2 menit, sekarang jangankan
lima menghabiskan satu gigitan saja aku ingin memuntahkannya. Aku terus saja bertanya dalam hati, ada apa denganku saat ini? Apa aku mulai tidak waras lagi?
Bukankah selama ini aku memang tidak waras? Manusia waras mana yang selalu
bolak balik keluar masuk rumah sakit?
Aku tetap akan tersenyum diam-diam
Aku
menghela napas panjang, tapi tak juga memperbaiki keadaan. Sepertinya kali ini
aku akan lebih sulit lagi untuk tersenyum otomatis. Aku butuh lebih banyak
alasan untuk tersenyum dalam hati. Kalian mungkin masih selalu melihat
senyumku, tapi aku tidak yakin itu adalah senyum dari hatiku. Nyatanya topeng
busuk ini sudah terlanjur menutup lekat di mukaku. Biar sajalah, bukankah
dengan begitu kalian tidak akan repot-repot merasa iba saat aku menangis?
Masih tidak mengerti apa yang terjadi.
Malam ini serasa panjang, aku sedang butuh tumpangan untuk pergi ke alam mimpi.
With love
:)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar