welcome

Minggu, 28 April 2013

I Wish It just for Today


Ketika yang kulakukan tak juga mengubah keadaan

Kupikir hari ini gila sekali. Tak seperti hari-hari sebelumnya. Coklat panas dalam gelas plastik yang kuteguk dengan tenang tak juga menenangkan. Secangkir kopi pemasok semangat terbesarku tak juga mengisi rongga ruangnya. Yang kudapati justru rasa sakit dalam kerapatan frekuensi detak jantungku. Aku semakin gelisah dalam sesuatu yang masih belum kuselami makna sebenarnya. Dan lagi Cornetto Black and White yang kumakan sebelum kereta berangkat juga tidak melebarkan senyumku, tidak sama sekali.

 Mungkinkah aku frustasi?

Lima bulat onde-onde yang biasa kumakan dalam waktu kurang dari 2 menit, sekarang jangankan lima menghabiskan satu gigitan saja aku ingin memuntahkannya. Aku terus saja bertanya dalam hati, ada apa denganku saat ini? Apa aku mulai tidak waras lagi? Bukankah selama ini aku memang tidak waras? Manusia waras mana yang selalu bolak balik keluar masuk rumah sakit?

Aku tetap akan tersenyum diam-diam

Aku menghela napas panjang, tapi tak juga memperbaiki keadaan. Sepertinya kali ini aku akan lebih sulit lagi untuk tersenyum otomatis. Aku butuh lebih banyak alasan untuk tersenyum dalam hati. Kalian mungkin masih selalu melihat senyumku, tapi aku tidak yakin itu adalah senyum dari hatiku. Nyatanya topeng busuk ini sudah terlanjur menutup lekat di mukaku. Biar sajalah, bukankah dengan begitu kalian tidak akan repot-repot merasa iba saat aku menangis?

Masih tidak mengerti apa yang terjadi. Malam ini serasa panjang, aku sedang butuh tumpangan untuk pergi ke alam mimpi.
With love :)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar