welcome

Sabtu, 20 April 2013

Aku Rindu Hari Itu, Boleh?


“Jangan ngeliatin aku. Aku jelek.”, ujarku. Kuraih dagumu untuk mengarahkan pandanganmu ke hal-hal lain di sekitar kita.
“Cantik, kok. Hmm manis.” , katamu penuh senyum. Senyum yang teduhnya amat kuhafal. Kau lagi-lagi memandangiku. Aku mengerti, waktu kita tak lebih dari lima kali putaran lagu kesukaanmu. Sebelum akhirnya aku harus menunggu lagi, untuk bisa menikmati senyummu lebih dekat.
“Badanku kurus, dada datar versi telur ceplok, pipiku tembem dan ada jerawat di sini. Cara jalanku aneh.”, kataku sambil menikmati ice cream yang hampir sepenuhnya meleleh.
“Aku suka.”, kau memotong kalimatku sambil mengusap kepalaku. Aku terdiam. Toh, aku hanya mampu terdiam. Meresapi nyaman yang kau alirkan lewat tanganmu yang hangat.

Selamat malam, Rindu
Ingatkah kau pada bangku kayu, rerumputan yang basah dan kemeja lengan panjang yang kau gulung hingga siku di hari itu?
Sebelumnya, kata “kita” tak pernah kumaknai sedalam ini.
Ini rinduku yang kuikhlaskan, atas malam demi malam yang kau lewatkan di sampingnya, wanita beruntung yang berkesempatan memilikimu.

With love :)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar