Surat ini kualamatkan untuk
seseorang yang tidak sengaja kubaca isi hatinya,
Selamat
malam, kamu!
Kita
bertemu lagi, seperti yang kuduga. Tentu saja oleh karena makhluk tak bernyawa
semacam sosial media era lama. Kurasa
tidak ada lagi yang memakai aplikasi ini, toh aku membukanya bukan untuk tujuan
chatting, aku hanya ingin membuka pesan dari abangku karena aku terlalu rindu.
Tiba-tiba kamu menyapaku
dengan panggilan itu, coklat. Cuma kamu, cuma kamu yang memanggiku dengan
sebutan itu.
Maaf jika aku sok tahu, dari
beberapa cerita yang kamu ceritakan sepertinya hubunganmu dengan pasanganmu
sedang tidak baik. Kamu terlihat seperti diabaikan dan tidak diperhatikan.
Sekali lagi maaf. Seharusnya kamu
membagi sedihmu dengannya, bukan denganku. Bukannya aku tidak mau mendengar
ceritamu, tapi aku takut salah posisi. Aku hanya teman yang baru kamu kenal. Baru berapa jam kamu mengenalku?? Terlebih aku terpaut jauh lebih muda darimu. Tidakkah kamu canggung? Tidakkah kamu malu? Apa kamu tidak merasa aku sangat kanak-kanak? Hebatnya kamu selalu menikmati
guyonan garingku begitu juga aku, larut dalam obrolan sepanjang malam.
Apapun masalahmu, aku akan
berdoa untuk kebahagiaanmu, keluarga kecilmu. Semoga hubunganmu dengannya segera membaik. Aku yakin semua akan berakhir
dengan baik. Kapanpun kamu menginginkanku untuk mendengar keluh kesahmu,
kepenatanmu, isi hatimu, apapun itu aku siap mendengarkannya. Baik-baiklah
disana. Maafkan atas ke-sotoy-an-ku. Terimakasih sudah menemaniku beberapa kali dari jauh. Sampai bertemu lagi di jendela berbingkai ungu.
Dari seseorang yang terpaut banyak tahun lebih muda darimu :D
With love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar