Dear you hujan di kota Ngawi malam ini,
Benang-benang hujan turun
dari langit
Kenangan menyeruak seketika
Ada rindu yang menguar hangat dari tiap tetes hujan di luar jendela
Rinduku yang melimpah ruah padamu
Kamu, yang selalu memberi arti pada hujanku
Kenangan menyeruak seketika
Ada rindu yang menguar hangat dari tiap tetes hujan di luar jendela
Rinduku yang melimpah ruah padamu
Kamu, yang selalu memberi arti pada hujanku
Tapi itu dulu
Selalu seperti itu
Hujan mengingatkanku padamu
Padamu yang seperti angin
Selalu seperti itu
Hujan mengingatkanku padamu
Padamu yang seperti angin
Mampu membuatku kembali
memikirkan dan merindumu
Lagi dan lagi
Padahal kau benar-benar biasa, tidak istimewa
Padahal kau benar-benar biasa, tidak istimewa
Lalu mengapa hatiku tak
mampu melepasmu
Ah, mungkin, karena kau hadir di saat aku sedang berada di titik terbawah
Saat aku terbelenggu di titik terlemah
Ah, mungkin, karena kau hadir di saat aku sedang berada di titik terbawah
Saat aku terbelenggu di titik terlemah
Kamu selalu ada
Itu saja
Seperti sejuknya hujan yang membasahi tanah hati
Itulah mengapa aku
seperti tertarik oleh gravitasimu
Itu pula sebabnya, kenangan tentang KAU dan HUJAN membuatku takut
Takut jika hujan datang aku akan teringat lagi padamu, lalu merindumu
dan kemudian, sudut mataku akan basah
Itu pula sebabnya, kenangan tentang KAU dan HUJAN membuatku takut
Takut jika hujan datang aku akan teringat lagi padamu, lalu merindumu
dan kemudian, sudut mataku akan basah
Hatiku akan melemah
Dalam setiap hujan aku
menyadari sesuatu :
Selalu ada lagi rasa tentangmu
Selalu ada lagi rasa tentangmu
Selalu ada lagi rindu untukm
Selalu ada lagi mimpi bersamamu
Selalu ada lagi dirimu di hati dan ingatanku
Selalu ada lagi kekuatan baru
with love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar