welcome

Senin, 24 Desember 2012

Surat Cinta yang Tertunda

2 Desember 2012
Saat hujan meresonansikan bayangmu,

Seringkali, setiap langit tak mampu menahan bebannya, hingga akhirnya memilih untuk menjatuhkan massanya, anganku terhempas jauh ke sana, ke waktu dimana ada kata "kita" di dunia nyata maupun maya. Ke masa saat kau membawaku di punggungmu untuk pergi ke Mars, planet pengantar mimpi khayalanmu. Ke masa saat kau bercerita tentang seorang wanita teman sekelasmu saat SMA. Tahukah kau itu benar-benar membuatku cemburu. Dan lagi tentang Strawberry Sunshine buatanku, tentang perut kembungmu, tentang kita yang sering kelaparan di tengah malam, tentang acara putri kartini di kampusku, dan tentang dark chocolate 5 Maret 2012 lalu, itu terakhir kita bertemu. Karena semenjak saat itu aku sibuk dengan kuliahku dan kau sibuk dengan tetek bengek pekerjaanmu. Tak pernah ada waktu yang cocok untuk bertemu. Aku di rumah, tapi kau di luar kota. Kau di rumah, aku sibuk praktik di rumah sakit, responsi , persiapan ujian tahap dan lainnya. Sama-sama punya agenda yang tidak bisa ditunda. Hingga saat hari raya Idul Fitri tiba kau datang dan aku tidak ada di rumah, payah!!

Sampai pada 26 Nopember 2012, kau pergi untuk selama-lamanya. Tidakkah kau sedang becanda?? Kau bahkan tak bisa membuka mata. Kau tidak membalas senyumku seperti biasa, kau juga tak membalas pesan singkatku, kau masih tetap diam saja. Kenapa? Sungguh aku tak bisa terima. Mereka bilang kau akan pergi ke surga. Aku masih tak percaya. Katakan sesuatu!! Aku ingin mendengar satu kata saja dari mulutmu. Namun nyatanya keranda lebih dulu membawamu sebelum tatapan kita bertemu.

Sulit untuk percaya kau telah tiada. Hey kenapa ini?? Ada semacam zat hangat yang mengalir di pipi. Mungkin ini hanya respon negatif hipotalamusku terhadap kepergianmu. Hingga akhirnya aku sadar kau tak pantas untuk ditangisi. Orang sepertimu sangat tidak pantas ditangisi berhari-hari seperti ini. Kau lebih pantas diam-diam dikenang dan didoakan. Kau lebih pantas mendapatkan senyuman.
Kau tak pernah pergi kemana-mana. Kau masih ada di tempat yang sama. Di sini, di satu sudut hati. 20 Nopember 2011, kau Buavita Kiwi aku Cornetto Disc Chocolate. Kau kacang aku cokelat. Aku masih ingat.


Dari seseorang yang sering terpeleset dalam senyum dan pandangan matamu :')
with love, Desi 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar