“:(”
“Ayuk senyum, semanis
iceam :)”
“Kenapa air mata ini selalu jatuh
tanpa ada aba-aba?”
“Sudah menangisnya? Sekarang
ayuk senyum”
“Kenapa aku harus tersenyum?”
“Karena senyummu adalah
pelangi dalam hidupku”
“Kenapa kamu menangis?”
“Aku tak tahan sakit di pinggang dan
kakiku”
“Kenapa kamu menangis
di kamar mandi?”
“Aku tak ingin mereka tau kalau aku
sedang menangis sedih”
“Unik”
“Lagi dimana?”
“Di hatimu”
“Memangnya habis darmana? Tumben baru
pulang.”
“Abis nyari sesuatu
buat beli ice cream.”
“Mau kemana?”
“Ke hatimu.”
“Uda nyampe mana?”
“Hatimu.”
“Wah namaku terdaftar”
“Dimana?”
“Di hatimu”
“:’(“
“Ayuk senyum, cek
tambah manis”
“Aku mau dua ice cream”
“hah??”
“Satu buatku satu lagi
buatmu”
“Aku mau check out”
“Kemana?”
“Ke Mars”
“Kenapa aku ga diajak?”
“Karena aku belum
mengantongi SIM darimu”
“SIM?”
“Surat Ijin Mengajak
dan Diajak”
“Ada yang punya tongkat?”
“Buat?”
“Kakiku sakit lagi, jalanku jadi
pincang”
“Seandainya..”
“Seandainya?
“Seandainya aku di
situ, aku mau menjadi tongkat untukmu”
”Kenapa aku dilarang pergi sih sama
ibuk? Padahal enggak ujan juga”
“Udah jangan ngambek, ayuk
nanti sore mau kemana?”
“Sudah selesai
belajarnya? Sudah dibereskan buku-bukunya?”
“Sudah”
“Ayuk naik”
“Naik apa? Ke mana?”
“Naik saja ke
punggungku, kita akan ke Mars”
Seorang wanita yang menyelamatkan kenangannya lewat ingatan yang tak mungkin ia lupa
with love :)
Desi Fitri
with love :)
Desi Fitri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar