welcome

Senin, 24 Desember 2012

Sepotong Percakapan


“:(”
“Ayuk senyum, semanis iceam :)”


“Kenapa air mata ini selalu jatuh tanpa ada aba-aba?”
“Sudah menangisnya? Sekarang ayuk senyum”
“Kenapa aku harus tersenyum?”
“Karena senyummu adalah pelangi dalam hidupku”

                   
“Kenapa kamu menangis?”
“Aku tak tahan sakit di pinggang dan kakiku”
“Kenapa kamu menangis di kamar mandi?”
“Aku tak ingin mereka tau kalau aku sedang menangis sedih”
“Unik”


“Lagi dimana?”
“Di hatimu”


“Memangnya habis darmana? Tumben baru pulang.”
“Abis nyari sesuatu buat beli ice cream.”


“Mau kemana?”
“Ke hatimu.”


“Uda nyampe mana?”
“Hatimu.” 


“Wah namaku terdaftar”
“Dimana?”
“Di hatimu”


“:’(“
“Ayuk senyum, cek tambah manis”


“Aku mau dua ice cream”
“hah??”
“Satu buatku satu lagi buatmu”


“Aku mau check out”
“Kemana?”
“Ke Mars”
“Kenapa aku ga diajak?”
“Karena aku belum mengantongi SIM darimu”
“SIM?”
“Surat Ijin Mengajak dan Diajak”


“Ada yang punya tongkat?”
“Buat?”
“Kakiku sakit lagi, jalanku jadi pincang”
“Seandainya..”
“Seandainya?
“Seandainya aku di situ, aku mau menjadi tongkat untukmu”


”Kenapa aku dilarang pergi sih sama ibuk? Padahal enggak ujan juga”
“Udah jangan ngambek, ayuk nanti sore mau kemana?”


“Sudah selesai belajarnya? Sudah dibereskan buku-bukunya?”
“Sudah”
“Ayuk naik”
“Naik apa? Ke mana?”
“Naik saja ke punggungku, kita akan ke Mars”



Seorang wanita yang menyelamatkan kenangannya lewat ingatan yang tak mungkin ia lupa

with love :)
Desi Fitri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar