welcome

Minggu, 23 Desember 2012

BUAVITA KIWI


Seringkali aku tersenyum saat di sarang ice cream. Mencoba mengingat, menyelamatkan kenangan yang tak mungkin terlupakan. Tentang Buavita Kiwi kesukaanmu, Buavita Kiwimu meleleh sebelum kau benar-benar menikmatinya,  tentang kebingungan rasa yang terlalu asam dalam rasa strawberry, dan saat kau lama menungguiku untuk hal yang menurutku tak perlu.

Aku sering tersenyum seorang diri bila aku pergi ke sana tanpamu karena mungkin terlalu banyak ingatan. Aku tak mungkin melupakan.  Sudah lama kita tak ke sana, tempat kita. Kau bilang, "Maybe next time or another chance". Tapi kau tak pernah tau, Tuhan mengambilmu secepat itu tanpa memberitahuku dulu.

Kau tau?? Semalam aku hampir menangis melihat Buavita Kiwimu. Iya, hanya karena Buavita Kiwimu yang dingin dan beku. Rasanya seperti tertohok! Ada bayanganmu di depanku, mengulurkan ice cream kesukaanku dan lagi senyummu membuatku mati kutu. Terasa sama seperti pertemuan-pertemuan kita sebelumnya.

Kau tau?? Aku tak tega menikmati ice creamku seorang diri, walau biasanya sering sendiri. Kau tau betapa kangennya aku?? Sampai tingkah tololku muncul, aku sering dengan lama-lama menatap tempat ice creamku, seolah tak rela sampah itu kubuang begitu saja. Iya, sampah! Bahkan wadah ice cream saja tak rela kubuang karenamu.

Akhirnya, setelah berlama-lama hanyut dalam bayang-bayangmu yang semu, aku hanya bisa memegangi dan memandangi Buavita Kiwimu, kesukaanmu. Hingga aku sadar akan dingin yang menjalar di jariku. Aku menghela napas panjang. Kukembalikan Buavita Kiwimu. Kupikir kau akan mengambil dan menikmatinya di waktu yang kau miliki nanti. Aku tersenyum kembali.

Ngawi, 22122012
21:55
Dari ais klim monster-mu :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar