Seringkali aku tersenyum saat di sarang ice
cream. Mencoba mengingat, menyelamatkan kenangan yang tak mungkin terlupakan.
Tentang Buavita Kiwi kesukaanmu, Buavita Kiwimu meleleh sebelum kau benar-benar
menikmatinya, tentang kebingungan rasa
yang terlalu asam dalam rasa strawberry, dan saat kau lama menungguiku untuk
hal yang menurutku tak perlu.
Aku sering tersenyum seorang diri bila aku
pergi ke sana tanpamu karena mungkin terlalu banyak ingatan. Aku tak mungkin
melupakan. Sudah lama kita tak ke sana,
tempat kita. Kau bilang, "Maybe next time or another chance". Tapi
kau tak pernah tau, Tuhan mengambilmu secepat itu tanpa memberitahuku dulu.
Kau tau?? Semalam aku hampir menangis
melihat Buavita Kiwimu. Iya, hanya karena Buavita Kiwimu yang dingin dan beku. Rasanya
seperti tertohok! Ada bayanganmu di depanku, mengulurkan ice cream kesukaanku
dan lagi senyummu membuatku mati kutu. Terasa sama seperti pertemuan-pertemuan kita sebelumnya.
Kau tau?? Aku tak tega menikmati ice creamku
seorang diri, walau biasanya sering sendiri. Kau tau betapa kangennya aku?? Sampai
tingkah tololku muncul, aku sering dengan lama-lama menatap tempat ice creamku,
seolah tak rela sampah itu kubuang begitu saja. Iya, sampah! Bahkan wadah ice
cream saja tak rela kubuang karenamu.
Akhirnya, setelah berlama-lama hanyut dalam
bayang-bayangmu yang semu, aku hanya bisa memegangi dan memandangi Buavita
Kiwimu, kesukaanmu. Hingga aku sadar akan dingin yang menjalar di jariku. Aku menghela napas panjang. Kukembalikan
Buavita Kiwimu. Kupikir kau akan mengambil dan menikmatinya di waktu yang kau
miliki nanti. Aku tersenyum kembali.
Ngawi, 22122012
21:55
Dari
ais klim monster-mu :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar