Sejauh
mana akal manusia mendefisnikan kata dewasa?? Sebatas apa? Kata apa yang bisa
menggambarkan sosok dewasa yang sering bocah ingusan damba?
Apakah
mereka yang berpagutan, bercumbu mesra di bawah nyala redup lampu kota itu juga
bisa dikatakan dewasa? Ataukah mereka, wanita yang tak pernah alpa dengan
lipstik dan maskara? Apakah mereka yang mengobral murah dirinya juga dewasa?
Apakah rok pendek dan pakaian seksi itu dewasa dalam jaminan yang pasti? Apakah
mereka yang sering dengan sok mengatur hidupmu? Ataukah mereka yang berkhotbah sampai berbusa-busa? Apakah dia yang sering membuatmu terbelenggu hingga sulit berlalu? Ataukah
obrolan yang menjurus ke “aku cinta kamu”, begitu? Dewasakah mereka?
Apakah
dia, isi dompetmu itu yang bernama dewasa?? Mungkinkah mereka menghabiskan
waktu untuk chatting juga dewasa? Ataukah tumpukan kertas folio bergaris dan
beberapa buku referensi yang tidak tipis? Atau makhluk dengan bentuk persegi
panjang dengan wajahmu terlukis di dalamnya, apa itu juga yang disebut-sebut
dewasa?
Ayolah
jangan diam saja. Sebenarnya dewasa itu apa? Siapa? Bagaimana? Mengapa? Apakah
dewasa bisa dibeli oleh mereka yang punya banyak harta? Apakah dewasa
berimplikasi terlalu radikal untuk bisa kukenal? Lalu apa yang kau maksud
dengan dewasa? Dewasa seringkali mengasutku dalam perangkap nestapa. Ia juga
membuat sikap kemahatololanku terpublikasi secara nyata.
Lalu
apa itu dewasa? Ceritakan saja dan aku akan menutup telinga.
08122012
20.47
Saat sedang mengantuk sambil mengunyah onde-onde
Tidak ada komentar:
Posting Komentar