welcome

Senin, 24 Desember 2012

Aku Hidup dengan Kertas, Pensil, dan Penghapus


Terkadang aku iri pada mereka
Para Hip-hop dan street dancer
yang menari mengikuti irama
dengan gerakan-gerakan gemulai terkadang patah-patah
membuat mereka yang melihatnya berdecak kagum

Para musisi atau anak band
yang memainkan instrumen pilihan mereka
dengan kemampuan bermusik dan suara merdu sang vokalis
membuat mereka yang menonton dan mendengarnya ikut menganggukkan kepala

Para fotografer
yang membidik tajam melalui lensa mereka
dengan kemampuan yang mumpuni dan feeling yang kuat
membuat mereka yang melihat hasil fotonya terperangah

Aku, bukan seorang dancer
gerakanku kaku, yang melihatku menari hanya akan tertawa melihat kebodohan di depan mereka

Aku bukan pula musisi
suaraku fals, dan aku buta nada, yang mendengarku bernyanyi atau bermain musik pasti akan menutup telinganya dan berkata, "hentikan!"

Juga bukan fotografer
ketika selesai menjepret kamera, orang hanya akan berkomentar "hmmm.." ketika melihat hasil fotoku

Tapi,
Aku punya pensil, penghapus dan kertas.
Di atas kertas aku memegang pensil dengan mantap
Kertas adalah dancefloor-nya, dan di atas dancefloor tangkanku menari dengan handal seperti para dancer itu

Ujung grafit pensilku adalah instrumennya, goresannya di atas kertas menciptakan nada-nada dan musiknya sendiri
Mata, otak dan kertas menyatu menjadi sebuah memory card atau roll film, yang akan melihat, merekam dan mengabadikan semuanya dalam sebentuk ilustrasi sederhana
Di atas kertas aku menari, di atas kertas aku bermain musik, di atas kertas aku menghentikan waktu

Mungkin aku tidak bisa membuat orang berdecak kagum dengan kehebatanku dalam menari, atau meluluhkan hati dengan permainan musik dan dengan hasil jepretanku
Tapi dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa tersenyum
Dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa mengabadikan senyummu

Dengan kertas, pensil dan penghapus
Aku hidup
Dan akan terus hidup.
:D

with love :)
Desi Fitri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar