Dear aku satu setengah tahun lalu,
Ya kurang lebih setengah tahun, aku enggan mengingat persisnya. Karena memori itu memang sudah kuputuskan untuk ditanggalkan.
Pernah merasa kehilangan yang bukan menjadi milikmu?
Ternyata sakitnya lebih dari semua rasa sakit. Bukannya aku sok tahu, percayalah itu.
Tentang dia. Ini semua tentang dia. Dia yang bukan siapa-siapa.
Jangan kau kira, dia yang bukan siapa-siapa ini tak bisa apa-apa. Kemampuannya membuat semesta takjub, kau tahu itu. Masih mengelaknya?
Kau… kenapa kau.. Arrrgh. Aku tak tahu harus menumpahkan yang seperti apa kepadamu. Bukan kesal, bukan menyesal, hanya saja aku terlalu bersikeras untuk menolak keadaan. Aku akui.
Entah harus menulis apa, tak ada apa apa di dalam kepala ini; hanya ada dia. Terlalu kejam efek kehilangan jenis ini. Tak bisa menangis, tak bisa menulis. Rindu yang menyesak, dan yang bisa dilakukan hanya menatap punggungnya, pun dari kejauhan. Tertawalah jika memang menurutmu berlebihan.
Bagaimana bisa “bukan milik” mempunyai “kehilangan” sedang ia tak punya “kepemilikan”?
kamu, 230987-261112
with love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar