welcome

Kamis, 28 Maret 2013

Seseorang yang Dulu Kukenal


Dear you 230987-261112,
Aku dulu mengenalmu sebagai seseorang yang selalu melindungiku. Mendatangiku ketika aku menangis, lalu memelukku, dan menenangkanku. Seringkali juga, kamu malah menangis bersamaku.

Aku dulu mengenalmu sebagai seseorang yang membuatku terbahak sampai memegangi perut dan mengeluarkan air mata. Itu belum cukup. Aku sampai harus membungkam mulutmu agar kamu diam dan berhenti mengatakan hal-hal konyol yang membuatku tidak bisa berhenti tertawa. Aku bahagia. Bukan karena kamu selalu membuatku tertawa. Aku bahagia karena kamu bersamaku. Itu saja.

Aku dulu mengenalmu sebagai seseorang yang bersikap baik kepada siapa saja. Lihat senyummu yang bisa kamu keluarkan bahkan ketika sedang marah atau jengkel sekalipun kepada orang? Yang selalu menarik mataku untuk selalu melihatnya lagi dan lagi? Yang aku selalu mengatakan rindu kepadamu dan ingin melihat senyummu? Aku yang selalu terpeleset dalam senyumanmu. Lalu kamu mengatakan aku gombal kemudian mengacak rambutku. Lihat. Kamu tersenyum lagi. Aku pun menghambur memeluk punggungmu. Itu selalu menjadi salah satu momen favoritku, memelukmu dari belakang, lalu tangan kiri atau kananmu ke belakang dan mengelus rambutku. Akhirnya kita tersenyum berdua.

Tapi kamu berbeda sekarang. Kamu terlalu pendiam. Kamu berbeda sekarang. Aku merindukanmu yang dulu. Yang pernah kukenal dulu. Yang selalu menemaniku. 
Dengan batu nisan yang memenjarakanmu aku tak cukup bisa sering-sering tertawa. Kita bahkan tak pernah lagi bicara. Aku hampir tak lagi mengenalmu. Hanya saja gerimis di pelupuk mataku yang lebih sering muncul karenamu.

Kamu sudah berjanji untuk menjaga bahagiaku. Kamu sudah berjanji untuk menemuiku di tempat itu. Aku akan tetap menunggumu di sana walaupun sampai ice cream yang kupesan meleleh. Aku akan tetap menunggumu di sana walau kenyataannya kamu tidak datang juga. Mungkin aku harus ke sana lagi suatu saat nanti. Cepat pulang dan tepati janjimu.


Dari wanita yang sering jatuh terpeleset dalam senyumanmu, aisklim monstermu.
With love :’)
Desi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar