welcome

Selasa, 26 Maret 2013

Ibuk, Bapak, Adek, Simbah, dan Skoliosis


Ibuk,
Wanita yang akan terus berdoa
Walaupun aku terus menolak menjadi anaknya
Wanita yang tetap bersahaja dalam hidup yang sederhana
Tiada duanya
Jiwa yang selama ini belum kupunya

Bapak,
Laki-laki bodoh yang terus menafkahiku
Diamnya yang selalu menumbuhkan tanda tanya
Laki-laki dengan masakan istimewa
Mengelus-eleus pinggang mengkolku
Mencoba menghangatkan suasana
Menuruti permintaanku dengan tenggang waktu tertentu
Mengantarku kemanapun aku minta
Kapan saja
Sosok yang sampai saat ini kupuja

Adek,
Bocah ingusan yang tetap menyebutku “mbak”
Walau kuhabiskan jatah jajannya
Semua
Lalu aku dipukulnya
Karakter yang hampir kulupa

Simbah,
Wanita tua renta yang selalu salah menanggilku
dengan nama cucu lainnya
Wanita tua renta dengan sifat kolot kelas belanda
Tapi kapan saja aku bisa dengan mudah menikmati pijitannya
Pujiannya
Elusan gurat kasar tangannya
Caci maki
Petuah dewa dewi
Segudang misteri
Tokoh yang ingin kuabadikan dalam dunia nyata

Skoliosis,
Makhluk yang tak pernah kutau asal mulanya
Makhluk mengerikan yang kerap mengubahku menjadi menyedihkan
Makhluk absurd yang sulit kulogiskan
Makhluk berwujud benjolan di punggung dan pinggang
Makhluk yang kulihat dari efek sinar radiologi
Menghimpit ruang napas
Membuat kaki tak lagi berfungsi
Sakit terjepit
Makhluk yang membuat aku sebegini kuat


Sepulang kuliah, 260313 17.30
I write this with a lot of tears :’)
With love :)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar