welcome

Selasa, 19 Maret 2013

"Senja, Hujan, dan Secangkir Kopi"


Senjaku hilang separuh, kopi gelas ketigaku masih penuh.
Tegukan kedua, baru tersadar kopi kali ini sedikit kelebihan gula
Ah… aku kurang suka!
Hujan di luar cukup deras untuk menerbangkan anganku yang sempat tertahan

“Adakah cinta yang lebih baik melebihi ini?”
Barangkali ada, entahlah
Sebab yang aku tahu, yang terbaik adalah caraku mencintaimu
Tidak yang lain
Perlahan
Diam
Bahkan ketika hatiku menjerit, bibirku kelu tak mau tahu
yaa… seacuh itu

Tegukan ketiga
Manis pekatnya sudah tak kuhirau lagi
Aku lebih mencemaskan hati yang semakin lama semakin terasa getir
Menahan sabar menanti takdir
Akan apa kelak yang ia dapat dalam penantian paling akhir
Kesetiaan… siapa yang tahu
Siapa peduli dengan pertahanan sekuat ini, se-mengagum-kan ini

Tegukan terakhir
Hujan sedikit reda, senja benar-benar telah pergi
Aku bangkit berdiri
Perlahan meninggalkan setumpuk gelas kosong yang menyisakan sepi
Aku menyadari bahwa hingga hari ini
cinta yang ku punya belum juga menemukan pemiliknya
Tapi aku selalu mengharapkan senjaku itu kamu
yang selalu indah diwaktu yang tepat


Magetan, 18032013
with love :)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar