welcome

Kamis, 28 Maret 2013

Bahumu

Dear you 230987-261112,
Dulu, kamu selalu menemani ceritaku. Bahkan ketika kamu sedang mengantuk pun, kamu akan membuat kopi agar bisa menemaniku begadang meski hanya melalui telepon. Padahal, apa yang kuceritakan seringkali tidaklah begitu penting. Aku hanya tidak bisa tidur dan ingin ada orang yang menemaniku. Tetapi kamu, seseorang yang sebenarnya tidak suka begadang, selalu bersedia menjadi orang itu, yang mau begadang menemaniku.

Dulu, kamu selalu datang kapan pun aku membutuhkanmu. Aku tidak tahu kamu memiliki kekuatan apa. Karena apa pun masalahku, ketika melihatmu datang, aku selalu merasa lega. Kamu juga rela mendengar ceritaku tentang dia. Seseorang yang membuatku tergila-gila sekaligus terluka berkali-kali pada saat yang sama. Kamu kemudian akan menyediakan bahumu untuk kepalaku bersandar, menghapus air mataku pelan, dan mendaur ulangnya untuk memunculkan tawaku dengan joke-joke garingmu. Bukan kelucuannya yang membuatku tertawa, tapi karena begitu berusahanya kamu menceritakan hal yang lucu dengan bahasa konyolmu, dengan muka datar karena kamu memang tidak pandai bercerita. Itu garing. Tapi aku menikmatinya.

Sekarang, aku tak tau bagaimana aku bisa mendapatkan bahumu lagi. Kehangatan bahumu hanya akan tersimpan oleh memori. Kenyataannya sudah berbeda sejak kamu berpihak pada “si attractive”, wanita yang akhirnya meninggalkanmu juga.
Sekarang, aku jauh lebih merasa kehilangan, karena setidaknya aku bisa mendapatkan bahumu jika jika kamu masih bersama dengan wanita itu meski tidak sesering dulu.  Tapi kali ini, bagaimana bisa aku bersandar di bahumu jika Tuhan telah memelukmu lebih dulu?

29032013
Dari seseorang yang berharap bahwa kamu adalah kakanya, bukan kekasihnya.
Dari seseorang yang berharap kamu tetap ada walau bukan miliknya.
I write this with a lot of tears and hear that song, BCL-Saat Kau Pergi :')

With love :’)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar