Kapan pun di telepon kamu mengatakan rindu, aku gelagapan menenangkan mataku
Kapan pun kamu menyapa, "Sudah makan?", itu lebih lezat dari perpaduan roti bakar dan kopi susu
Dulu, sebelum ada sepi, ada suaramu. Dulu.
Ini benar-benar tidak seimbang
Aku sudah ingin menyeberang, tapi hatiku masih kaugenggam
Kapan pun aku rindu, aku cukup mendoakanmu
Biarkan Tuhan tetap memelukmu
Huruf-huruf h, e, dan i titik dua kemudian kurung tutup
Aku rindu tulisan itu di monitorku
With love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar