welcome

Kamis, 14 Maret 2013

Aku, Monster, dan Pain Killer

Puisi ini ada di halaman pertama buku catatanku :)

Terimakasih tlah mengubahku menjadi monster
terimakasih untuk selalu menjadi inhibitor dalam setiap langkah kecilku
Iya, aku bukan orang dewasa yang bisa mengendalikan semua
dan berfikir bahwa semua akan baik-baik saja
karena faktanya aku dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya
Aku yakin semua tidak akan baik-baik saja
untuk hari ini ataupun nanti

Aku memang tidak sedewasa yang kalian kira
Aku bahkan sulit membedakan antara sakit perut saat lapar, diare, dan dismenore
Aku bahkan sering marah-marah untuk menyelesaikan masalahku
Namun kurasakan masalah ini semakin terfluktuasi
Sungguh aku butuh anestesi

Aku muak karena kau sering mencampuri urusanku
Bisakah kau berhenti mengusik???
Baik, nanti biar kuberi analgetik!

Lama kurasa ini bukan masalah dewasa atau bukan dewasa
Oke, dia menggangguku
Ini cukup membuatku sabar
Hingga aku sulit membedakan batas sabarku
Semakin aku diam dia semakin masuk ke dalam
Entah...
Aku bukan orang yang pandai dari segi emosional
Aku sudah cukup berusaha
tapi selalu saja sama, sia-sia

Iya, aku aneh
bahkan sangat aneh untuk gadis seusiaku
Hingga aku membenci mereka yang melihatku dari segi fisik
Mereka terlalu picik!
Faktanya, aku memang aneh
Aku miring, aku cacat, dan aku menangis
Oke, aku ingin lupakan bagian ini

Aku selalu bangkit sebisaku, semampuku
mencoba mengerti akan hadirnya sesosok monster dalam diriku
yang bisa mengubahku menjadi mengerikan dan menyedihkan
kapanpun ia mau
Aku bisa terima jika ia terus ada
Mungkin aku hanya harus belajar saja,
untuk tetap bahagia tanpa harus menjadi sempurna


with love :')
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar