welcome

Sabtu, 30 Maret 2013

(Bukan) untuk Hari ini Saja


Hari ini, untuk hari ini saja
Pagi aku membuka mata
yang kulihat penuh warna
bukan kelabu seperti yang dulu-dulu

Hari ini saja
Aku lupa kemarin kamu menyakiti hatiku
Entah itu yang keberapa kalinya
Aku sampai lupa untuk mengingat
Aku lupa kamu pernah datang
Lalu pergi membawa hatiku
Entah kemana aku tak tau
Karena sampai saat ini kamu belum juga mengembalikannya

Hari ini saja
Aku lupa dengan dokter kapal dan bu dokter tunangannya
Memajang foto mereka dalam foto profil twitternya
Berucap mesra manja dalam dunia maya
Mengumbarnya
Dokter kapal yang pernah membagi hati denganku juga

Hari ini saja
Aku lupa ada tetek bengek yang harus kuurusi
Bukan, bukan soal fiksi
Ini tentang midwifery
Sudahlah, semuanya sudah berubah
Berantakan
Akupun heran
Apa yang sedang kupertahankan dalam keterpaksaan

Hari ini saja
Aku lupa kaki kiriku sakit setengah mati
Aku lupa kemarin aku jatuh karenanya
Hingga aku lupa bagaimana cara untuk bahagia
bahkan dengan cara sederhana

Hari ini saja
Aku melihatmu, tepat di sampingku
Persis seperti dulu
Menggandeng tanganku
Tersenyum, seperti itu
Selalu seperti itu
Aku lupa bahwa kamu telah diam membeku di dalam tanah

Untuk hari ini saja
Biarkan aku bahagia dengan caraku
juga untuk hari selanjutnya


30032013
Seseorang memang berhak atas kebahagiaannya 

with love :')
Desi

Jumat, 29 Maret 2013

Sebelum Ada Sepi

Ada pagi yang paling kusenangi dari semua pagi, yaitu kapan pun kamu menyapaku

Kapan pun di telepon kamu mengatakan rindu, aku gelagapan menenangkan mataku

Kapan pun kamu menyapa, "Sudah makan?", itu lebih lezat dari perpaduan roti bakar dan kopi susu
Dulu, sebelum ada sepi, ada suaramu. Dulu.
Ini benar-benar tidak seimbang

Aku sudah ingin menyeberang, tapi hatiku masih kaugenggam
Kapan pun aku rindu, aku cukup mendoakanmu
Biarkan Tuhan tetap memelukmu
Huruf-huruf h, e, dan i titik dua kemudian kurung tutup
Aku rindu tulisan itu di monitorku


With love :)
Desi

Pinjami Aku Telingamu

/1/
Kamu pernah di sana, dalam sajak dan puisiku yang selalu kamu baca.

/2/
Bahagia itu selalu datang tepat waktu.
Tidak lebih awal atau lebih akhir.
Benar-benar tepat waktu. 

/3/
Sekali saja, pinjamkan aku telingamu.
Mungkin, jika tanpa melihatmu, aku berani mengatakan rindu ke telingamu. 
Dalam miliaran tetes deras hujan itu, salah satunya ada rinduku.
Iya, hujan adalah kumpulan rindu, langit tak mampu menampung. 
Salah satu alasanku menulis puisi tentangmu adalah, kalaupun kelak aku menjadi kenangan, puisiku yang akan menjelaskannya.

/4/
Sejak hari dimana sapamu berhenti, aku memutuskan melangkah pergi.
Aku sedang melupakanmu.
Masalahnya, aku merindumu terlalu banyak.
Lebih banyak dari kekuatanku melupakanmu. 

/5/
Nah, lihat?
Terjadi lagi.
Di hujan seperti ini, kamu selalu sembarangan memasuki pikiranku, duduk tersenyum.
Dan aku kalang kabut.

/6/
Namaku luka, engkau biasa melihatku dalam bentuk airmata.
Padahal aku bisa juga dalam bentuk tawa. Menyamar di sana.

with love :)
Desi

Kamis, 28 Maret 2013

Seseorang yang Dulu Kukenal


Dear you 230987-261112,
Aku dulu mengenalmu sebagai seseorang yang selalu melindungiku. Mendatangiku ketika aku menangis, lalu memelukku, dan menenangkanku. Seringkali juga, kamu malah menangis bersamaku.

Aku dulu mengenalmu sebagai seseorang yang membuatku terbahak sampai memegangi perut dan mengeluarkan air mata. Itu belum cukup. Aku sampai harus membungkam mulutmu agar kamu diam dan berhenti mengatakan hal-hal konyol yang membuatku tidak bisa berhenti tertawa. Aku bahagia. Bukan karena kamu selalu membuatku tertawa. Aku bahagia karena kamu bersamaku. Itu saja.

Aku dulu mengenalmu sebagai seseorang yang bersikap baik kepada siapa saja. Lihat senyummu yang bisa kamu keluarkan bahkan ketika sedang marah atau jengkel sekalipun kepada orang? Yang selalu menarik mataku untuk selalu melihatnya lagi dan lagi? Yang aku selalu mengatakan rindu kepadamu dan ingin melihat senyummu? Aku yang selalu terpeleset dalam senyumanmu. Lalu kamu mengatakan aku gombal kemudian mengacak rambutku. Lihat. Kamu tersenyum lagi. Aku pun menghambur memeluk punggungmu. Itu selalu menjadi salah satu momen favoritku, memelukmu dari belakang, lalu tangan kiri atau kananmu ke belakang dan mengelus rambutku. Akhirnya kita tersenyum berdua.

Tapi kamu berbeda sekarang. Kamu terlalu pendiam. Kamu berbeda sekarang. Aku merindukanmu yang dulu. Yang pernah kukenal dulu. Yang selalu menemaniku. 
Dengan batu nisan yang memenjarakanmu aku tak cukup bisa sering-sering tertawa. Kita bahkan tak pernah lagi bicara. Aku hampir tak lagi mengenalmu. Hanya saja gerimis di pelupuk mataku yang lebih sering muncul karenamu.

Kamu sudah berjanji untuk menjaga bahagiaku. Kamu sudah berjanji untuk menemuiku di tempat itu. Aku akan tetap menunggumu di sana walaupun sampai ice cream yang kupesan meleleh. Aku akan tetap menunggumu di sana walau kenyataannya kamu tidak datang juga. Mungkin aku harus ke sana lagi suatu saat nanti. Cepat pulang dan tepati janjimu.


Dari wanita yang sering jatuh terpeleset dalam senyumanmu, aisklim monstermu.
With love :’)
Desi 

Bahumu

Dear you 230987-261112,
Dulu, kamu selalu menemani ceritaku. Bahkan ketika kamu sedang mengantuk pun, kamu akan membuat kopi agar bisa menemaniku begadang meski hanya melalui telepon. Padahal, apa yang kuceritakan seringkali tidaklah begitu penting. Aku hanya tidak bisa tidur dan ingin ada orang yang menemaniku. Tetapi kamu, seseorang yang sebenarnya tidak suka begadang, selalu bersedia menjadi orang itu, yang mau begadang menemaniku.

Dulu, kamu selalu datang kapan pun aku membutuhkanmu. Aku tidak tahu kamu memiliki kekuatan apa. Karena apa pun masalahku, ketika melihatmu datang, aku selalu merasa lega. Kamu juga rela mendengar ceritaku tentang dia. Seseorang yang membuatku tergila-gila sekaligus terluka berkali-kali pada saat yang sama. Kamu kemudian akan menyediakan bahumu untuk kepalaku bersandar, menghapus air mataku pelan, dan mendaur ulangnya untuk memunculkan tawaku dengan joke-joke garingmu. Bukan kelucuannya yang membuatku tertawa, tapi karena begitu berusahanya kamu menceritakan hal yang lucu dengan bahasa konyolmu, dengan muka datar karena kamu memang tidak pandai bercerita. Itu garing. Tapi aku menikmatinya.

Sekarang, aku tak tau bagaimana aku bisa mendapatkan bahumu lagi. Kehangatan bahumu hanya akan tersimpan oleh memori. Kenyataannya sudah berbeda sejak kamu berpihak pada “si attractive”, wanita yang akhirnya meninggalkanmu juga.
Sekarang, aku jauh lebih merasa kehilangan, karena setidaknya aku bisa mendapatkan bahumu jika jika kamu masih bersama dengan wanita itu meski tidak sesering dulu.  Tapi kali ini, bagaimana bisa aku bersandar di bahumu jika Tuhan telah memelukmu lebih dulu?

29032013
Dari seseorang yang berharap bahwa kamu adalah kakanya, bukan kekasihnya.
Dari seseorang yang berharap kamu tetap ada walau bukan miliknya.
I write this with a lot of tears and hear that song, BCL-Saat Kau Pergi :')

With love :’)
Desi

Untuk Kamu

Untuk seseorang yang mengaku sebagai mahasiswa semester akhir,
Untuk seseorang yang dengan bangga aku sebut PACAR, yang karena kesibukkannya sampai tidak punya waktu untuk mendengarkan cerita-ceritaku dan karena sayangku aku menjadi tidak tega untuk menuntut waktunya untukku bahkan meski aku butuh.
Sayang, biarkan aku bercerita padamu…berkisah, mengeluh dan mengadu…bahkan meski pun kamu tidak tahu. 

On the night like this
There’s so many things I wanna tell you
On the night like this
There’s so many things I wanna show you
Coz when you’re around I feel safe and warm

And the case like this
There are thousand good reasons
I want you to stay
-Mocca Band-


with love :) 
Desi

Cerita Sedih

Cerita sedih yang coba kau abu-abukan dalam catatan pendek itu, tak serta merta menipu diri ini untuk keliru melihat apa yang sebenarnya tampak bagi mata ini. Sebab sesuatu yang diawali dari sebuah keterus-terangan, akan berakhir sebagai sebuah titik terang. Dan pada titik itu pula, mata ini menangkap seterang-terangnya engkau sebagai sosok yang putih yang akan tetap terlihat bercahaya bagi kedua mata ini, meski senantiasa kau abu-abukan.

with love :')
Desi

Di Sehelai Kertas


Bagaimana jika huruf kedua, ditempatkan di antara huruf kedelapan dan keempat. Lalu ketiganya menjelma sebagai akronim yang memang sengaja terlambat kukirimkan. Supaya engkau menunggunya?

28032013
20 Tahun 22 jam 

with love :)
Desi

Selasa, 26 Maret 2013

Ibuk, Bapak, Adek, Simbah, dan Skoliosis


Ibuk,
Wanita yang akan terus berdoa
Walaupun aku terus menolak menjadi anaknya
Wanita yang tetap bersahaja dalam hidup yang sederhana
Tiada duanya
Jiwa yang selama ini belum kupunya

Bapak,
Laki-laki bodoh yang terus menafkahiku
Diamnya yang selalu menumbuhkan tanda tanya
Laki-laki dengan masakan istimewa
Mengelus-eleus pinggang mengkolku
Mencoba menghangatkan suasana
Menuruti permintaanku dengan tenggang waktu tertentu
Mengantarku kemanapun aku minta
Kapan saja
Sosok yang sampai saat ini kupuja

Adek,
Bocah ingusan yang tetap menyebutku “mbak”
Walau kuhabiskan jatah jajannya
Semua
Lalu aku dipukulnya
Karakter yang hampir kulupa

Simbah,
Wanita tua renta yang selalu salah menanggilku
dengan nama cucu lainnya
Wanita tua renta dengan sifat kolot kelas belanda
Tapi kapan saja aku bisa dengan mudah menikmati pijitannya
Pujiannya
Elusan gurat kasar tangannya
Caci maki
Petuah dewa dewi
Segudang misteri
Tokoh yang ingin kuabadikan dalam dunia nyata

Skoliosis,
Makhluk yang tak pernah kutau asal mulanya
Makhluk mengerikan yang kerap mengubahku menjadi menyedihkan
Makhluk absurd yang sulit kulogiskan
Makhluk berwujud benjolan di punggung dan pinggang
Makhluk yang kulihat dari efek sinar radiologi
Menghimpit ruang napas
Membuat kaki tak lagi berfungsi
Sakit terjepit
Makhluk yang membuat aku sebegini kuat


Sepulang kuliah, 260313 17.30
I write this with a lot of tears :’)
With love :)
Desi

Jumat, 22 Maret 2013

Absurd

Aku masih tak percaya jika ini cinta. Lalu apa?? Rasanya terlalu absurd untuk dilogiskan, aku mencintaimu, iya kamu, makhluk yang belum pernah sekalipun kutatap bening kedua matanya. Makhluk yang selama ini bersembunyi di balik hangat layar ponselku, bisakah aku mempercayaimu?? Kamu yang hanya berwujud gambar, kata, dan suara, bisakah kamu menjelma menjadi nyata? Jatuh cinta denganmu membuatku utuh, aku tidak lagi merasa separuh.

Ngawi, 22032013
Pria yang pandai berkata-kata ternyata bisa membuatmu jatuh cinta

with love :)
Desi

Selasa, 19 Maret 2013

"Senja, Hujan, dan Secangkir Kopi"


Senjaku hilang separuh, kopi gelas ketigaku masih penuh.
Tegukan kedua, baru tersadar kopi kali ini sedikit kelebihan gula
Ah… aku kurang suka!
Hujan di luar cukup deras untuk menerbangkan anganku yang sempat tertahan

“Adakah cinta yang lebih baik melebihi ini?”
Barangkali ada, entahlah
Sebab yang aku tahu, yang terbaik adalah caraku mencintaimu
Tidak yang lain
Perlahan
Diam
Bahkan ketika hatiku menjerit, bibirku kelu tak mau tahu
yaa… seacuh itu

Tegukan ketiga
Manis pekatnya sudah tak kuhirau lagi
Aku lebih mencemaskan hati yang semakin lama semakin terasa getir
Menahan sabar menanti takdir
Akan apa kelak yang ia dapat dalam penantian paling akhir
Kesetiaan… siapa yang tahu
Siapa peduli dengan pertahanan sekuat ini, se-mengagum-kan ini

Tegukan terakhir
Hujan sedikit reda, senja benar-benar telah pergi
Aku bangkit berdiri
Perlahan meninggalkan setumpuk gelas kosong yang menyisakan sepi
Aku menyadari bahwa hingga hari ini
cinta yang ku punya belum juga menemukan pemiliknya
Tapi aku selalu mengharapkan senjaku itu kamu
yang selalu indah diwaktu yang tepat


Magetan, 18032013
with love :)
Desi

Tidak Terlunaskan

Hai apa kabar kamu? Bagaimana di surga? Apa di surga menyenangkan seperti yang mereka ceritakan?? Seperti yang mereka dongengkan?? Sama seperti malam-malam sebelumnya, aku selalu tidur larut malam. Bertemankan secangkir kopi yang kadang berisi atau setengah isi, menghadirkanmu dalam kepalaku, cukup begitu. 
Aku masih sering membuka pesan-pesan lamamu, karena memang hanya dengan cara itu aku bisa menemukanmu kembali, menyelamatkan kenanganku agar tidak mati.

Aku tak tau apa alasanmu berkata seperti itu. Padahal aku sangat ingin bertemu.


Ngebahas apa beloknya ke makanan juga :D

Ga ada yang ngeluh perut kembung atau menceret lagi :'D
Sms kamu yang pending selalu :p

Kamu ga punya pulsa dan akhirnya pake aplikasi sms dari YM -_-

Hihihi :p
Maaf ya sampahku memenuhi timelinemu mas :D
Aku tidak akan kehilangan cara untuk tetap mengingatmu. Meskipun aku tau, semua cara tidak akan melunaskan rinduku padamu :')



Magetan, 19032013
Penghujung malam dan awal pagi, tepat bersama kosongnya secangkir kopi
with love :)
Desi

Senin, 18 Maret 2013

Jangan Peluk Aku Dulu

Tuhan, jangan peluk aku dulu karena aku ingin memeluk mereka yang bernasib sama denganku, mereka yang merasa kekurangan, kesedihan, dan hampir kehilangan harapan agar mereka lebih kuat dari yang terlihat. 

with love :)
Desi

Minggu, 17 Maret 2013

Otak Kanan Lebih Dominan

Beberapa hari terakhir ini aku baru sempat baca buku dalam bentuk pdf yang beberapa waktu lalu dikasih sama seorang teman, namanya Adit. Bukunya berjudul 7 Keajaiban Rezeki karya Dee. Mungkin dari kalian sudah ada yang pernah baca dan punya bukunya. Yang ada di sini hanyalah beberapa kutipan yang menurutku sangat mengena walaupun sebenarnya semua tulisan di dalam buku ini sangat powerful, I think.
Dalam buku ini mengupas betapa pentingnya peranan otak kanan. Aku saja sampe nganga bacanya -_-


subhanallah :)

Ini kita banget. Jadinya bikin overload -_-

Tuh kan Albert Einstein aja mengutamakan imaginasi, lha kita malah ngejar yang "kiriiiiii" mulu -_-

Setuju sekali :)






Tuhan juga punya facebook :D
Di negara kita yang dikejar cuma indeks nilai kumulatif, memprihatinkan :(

Saya sarankan untuk langsung membaca bukunya saja. Insyaallah banyak hal menguntungkan yang bisa kita ambil di dalamnya. Thanks Adit. :)

with love :)
Desi

Kamis, 14 Maret 2013

Hukum Newton


F: Sesuai dengan hukum Newton I, kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran
D: Hukum Newton I itu, suatu benda enggak akan berubah kalau tidak ada benda yang mempengaruhinya
F: Hukum Newton II cewek cantik itu gak merasa dirinya cantik
D:Tapi banyak kok cewek cantik yang merasa cantik
F: Berarti dia kurang cantik!

with love :)
Desi

Aku, Monster, dan Pain Killer

Puisi ini ada di halaman pertama buku catatanku :)

Terimakasih tlah mengubahku menjadi monster
terimakasih untuk selalu menjadi inhibitor dalam setiap langkah kecilku
Iya, aku bukan orang dewasa yang bisa mengendalikan semua
dan berfikir bahwa semua akan baik-baik saja
karena faktanya aku dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya
Aku yakin semua tidak akan baik-baik saja
untuk hari ini ataupun nanti

Aku memang tidak sedewasa yang kalian kira
Aku bahkan sulit membedakan antara sakit perut saat lapar, diare, dan dismenore
Aku bahkan sering marah-marah untuk menyelesaikan masalahku
Namun kurasakan masalah ini semakin terfluktuasi
Sungguh aku butuh anestesi

Aku muak karena kau sering mencampuri urusanku
Bisakah kau berhenti mengusik???
Baik, nanti biar kuberi analgetik!

Lama kurasa ini bukan masalah dewasa atau bukan dewasa
Oke, dia menggangguku
Ini cukup membuatku sabar
Hingga aku sulit membedakan batas sabarku
Semakin aku diam dia semakin masuk ke dalam
Entah...
Aku bukan orang yang pandai dari segi emosional
Aku sudah cukup berusaha
tapi selalu saja sama, sia-sia

Iya, aku aneh
bahkan sangat aneh untuk gadis seusiaku
Hingga aku membenci mereka yang melihatku dari segi fisik
Mereka terlalu picik!
Faktanya, aku memang aneh
Aku miring, aku cacat, dan aku menangis
Oke, aku ingin lupakan bagian ini

Aku selalu bangkit sebisaku, semampuku
mencoba mengerti akan hadirnya sesosok monster dalam diriku
yang bisa mengubahku menjadi mengerikan dan menyedihkan
kapanpun ia mau
Aku bisa terima jika ia terus ada
Mungkin aku hanya harus belajar saja,
untuk tetap bahagia tanpa harus menjadi sempurna


with love :')
Desi

Balon dan Kaktus

Semalam, kau dan aku terlihat bagai balon dan kaktus, dimana kita  merindukan bisa saling berpelukan namun sadar bahwa itu merupakan kemustahilan.

with love
Desi :)

seperti rindu memelukku

Meski tak terucap dan tak tertulis, senantiasa aku mengingatmu erat, sebagaimana rindu selalu memelukku.

with love :)
Desi

Selasa, 12 Maret 2013

Ini Untukmu :)

Puisi ini untuk seseorang pahlawan yang seringkali tidak sadar dengan 
jiwa kepahlawanannya :)

Dear you 230987-261112,
Kamu terlalu absurd untuk kulogiskan
Kamu terlalu rumit untuk dijelaskan
Kehadiranmu
Kepergianmu
Tak pernah kulupakan kronologisnya

Terimakasih,
Telah mengantarku walau hanya sampai di gerbang semester empat
dengan 3Smu senyum, sabar, dan semangat
Aku jadi sebegini kuat

Terimakasih,
Telah menjadikanku sempurna
dalam lingkup sederhana bernama keluarga
mengajariku untuk tetap bahagia tanpa harus menjadi sempurna

Terimakasih,
Telah memperkenalkanku pada candu kopi
Gerimis dan hujan
Senja
Mereka adalah kekuatan dan teman dalam setiap sepi yang kurasakan

Maaf,
Keluh kesahku sering memenuhi timelinemu
Membuat risih telingamu
Mengacaukan agendamu
Terlebih mengganggu pekerjaanmu

Maaf,
Aku belum sempat membersihkan rumput liar yang menjamah nisanmu
Percayalah,
Setiap hari aku tak pernah alpa
merapal namamu dalam doa
Bahkan ketika kamu tak lagi menjadi sebab dari senyumku

Maaf,
Mengingatmu selalu mengundang gerimis di kedua pelupuk mataku
Karena kupikir kamu akan tetap di sini Sampai lulus nanti
Sampai tulang belakangku lurus persis
Sampai ruang napasku kembali pas
dan kaki kiri tak perlu tongkat lagi
hingga aku bebas berlari
mengejar mimpi yang seringkali mereka anggap sampah
Andainya Tuhan tidak memelukmu lebih dulu




09032013
Suatu saat nanti Tuhan juga akan memelukku, Mas.
Karena kita hanya secuil rencana kecil yang Tuhan simpan.
With love
Desi :’)

BU BIDAN PINGSAN


Pukul 23.30 30 Januari 2013
Doran teknus perjol vulka
Pembukaan lengkap
Aku sangat antusias, segera bergegas
Meski saat itu ruang napasku sedang tidak pas
Dan kaki kiri hampir tidak berfungsi lagi

Pukul 00.00 31 Januari 2013
Bayi perempuan lahir spontan
Menangis kuat gerak aktif
2300 gram 48 cm
Hampir saja gerimis turun di kedua pelupuk mataku
Menahan kesakitan di sepanjang ruas tulang belakang
Menjulur hingga ujung kaki kiri
Sejak bangun pagi hingga detik ini

Pukul 00.20 31 Januari 2013
Heacting perineum
Laserasi derajad tiga
Belum selesai
Sejauh ini aku baik-baik saja
Atau mungkin memang lupa
Aku sedang tidak baik-baik saja
Hingga akhirnya aku merasa pandanganku tak sama
Gelap
Sampai di sinikah batas kuatku?
Aku jatuh
Pingsan


“Bu bidan, saya pingsan bukan karena saya takut dengan darah, tapi saya terlalu tolol karena tidak merebahkan skoli seharian dan menunda seenak jidatnya semua jadwal terapi.”
Karas, 31 Januari 2013
With love
Desi :’)