Jika kau menjadi milikku,
Berlembar-lembar kertas tak akan cukup mencerikan haru biru bahagiaku. Tidak akan pernah cukup untuk menuliskan berbagai rencana bagi aku-kamu di setiap akhir minggu. Melihat kunang-kunang di kaki bukit. Bermain pasir di tepian pantai sampai saat senja menjemput dengan jingganya. Atau kamu yang bermain gitar dan aku menyanyikan lagu kesukaanmu. Sederhana.
Jika kau menjadi milikku,
Maka setiap detik di detakku akan mengeja namamu, berulang-ulang. Menyimpannya di sudut otakku. Merekamnya dalam setiap mimpi di tengah malam. Bahkan sampai saat terbangun kala fajar, namamu kudapati sebagai potongan mimpi indah yang menjelma menjadi sosok nyata.
Jika kau menjadi milikku, sayang…
Mungkin ratusan pelukan tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan rinduku. Sepasang mata yang terus meletak tatap tak akan sanggup untuk mengalihkan pandang. Jika tidak cukup dengan berjalan, maka aku akan berlari, sekencang-kencangnya agar kau tidak terlalu lama menunggu sendirian.
Suatu saat jika kau menjadi milikku,
Kupastikan sepasang mata sendumu akan menolak memproduksi air mata kecuali tentang bahagia. Kujanjikan padamu pelukan hangat saat hujan sedang deras-derasnya. Ketakutanmu akan petir dan kilat juga akan sirna, aku janji. Dan jangan pernah khawatir akan lengan yang menggemuk, kerutan di sudut matamu, atau perut yang mulai membuncit, kau akan tetap menjadi yang tertampan, sayang.
Hanya jika kau menjadi milikku,
Akan kuhabiskan waktu yang lebih dari selamanya, untuk mencintaimu.
If you were mine,
I did be your everything, and you did be the only thing that I would ever need
If you were mine,
I would tell everyone that you are the only one that I could ever want
with love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar