welcome

Sabtu, 31 Agustus 2013

Aku Tidak Berhak

Enggan melupakan. Bertahan dalam kesakitan. Haruskah terus membiarkan semua kebodohan ini menjadi bagian dalam diriku? Haruskah terus menerus berbohong menyembunyikan luka? Senyum ku pun berubah lara, tiada yang bisa menebak bagaimana perasaan di dalamnya. Hatiku pun menyimpan sebuah rahasia, dan tak ada yang tau apa isinya. Hanya aku, sang pemilik, dan pencipta rasa cinta. Tuhan.

Pernahkah kamu seolah-olah tidak berkata apa-apa, tapi kamu berbicara. Pernahkah kamu seolah-olah tak bergeming, tapi kamu diam dalam hening? Pernahkah kamu seolah-olah jatuh cinta, tapi kamu mati rasa? Pernahkah kamu seolah-olah tertawa bahagia, tapi kamu menahan sakitnya luka?

Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang berusaha membunuh cinta yang bahkan tidak dapat kamu buat sirna. Senaif dirimu yag masih bisa tertawa bahkan disaat melihatku menitikkan air mata. Atau ajarkan aku menjadi penipu yang berusaha mengganti candamu di tengah kesakitanmu.

Haruskah rindu pada yang bukan milik kita? Tapi yang aku tau, menyayangi seseorang tidak akan pernah salah. Siapapun itu. Hanya saja orang yang disayangi tidak selalu tepat. Aku masih ingin menunggu lebih lama lagi, tapi sadarkah kamu? Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan. Aku masih ingin menjaga perasaan ini lebih lama lagi, tapi bisakah aku hanya berjuang untuk mempertahankan semuanya seorang diri. Lalu kamu dengan sesuka hatimu pergi dan kembali mempermainkan hati? Aku masih ingin membuktikan semua janjimu kalau kita bisa bersama. Tapi sepertinya kamu sudah lupa dengan apa yang kamu ucapkan dulu.

Aku ingin bersamamu, tapi aku tau. Bersama denganmu belum tentu benar. Dan meninggalkanmu belum tentu salah. Karena yang terbaik belum tentu jika kita bersama. Tapi mudahkah ini semua untuk aku lewati? Tidak. Tapi bisakah semua ini aku jalani? Bahkan untuk mencobanya pun aku enggan.

“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah. Dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”

With love :)
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar