"Inilah aku, menikmati kesendirian. Bermesraan dengan tulisan-tulisanku, dengan karya-karyaku."
Tidak semua yang saya tulis adalah saya dan tidak semua yang kamu baca adalah kamu :)
welcome
Sabtu, 31 Agustus 2013
Penulis:
Unknown
Mungkin
Penulis:
Unknown
Mungkin aku butuh rengkuhanmu,
untuk menghentikanku dari pelarian cinta.
Mungkin aku butuh kecupmu di keningku,
untuk menghentikan segala pikirku tentang masa lalu.
Mungkin aku butuh kata cintamu,
untuk menghentikanku bersumpah serapah mengutuk dia yang menyakitiku.
Mungkin aku butuh kehadiranmu,
untuk menghentikanku dari kesendirian yang menyakitkan.
Mungkin hanya aku yang melambungkan harap,
Mungkin.
with love :)
Desi
untuk menghentikanku dari pelarian cinta.
Mungkin aku butuh kecupmu di keningku,
untuk menghentikan segala pikirku tentang masa lalu.
Mungkin aku butuh kata cintamu,
untuk menghentikanku bersumpah serapah mengutuk dia yang menyakitiku.
Mungkin aku butuh kehadiranmu,
untuk menghentikanku dari kesendirian yang menyakitkan.
Mungkin hanya aku yang melambungkan harap,
Mungkin.
with love :)
Desi
(Dalam Kurung)
Penulis:
Unknown
Aku (bukan sepenuhnya) manusia yang dikelompokkan ke dalam gender wanita.
karena aku “bukan sepenuhnya”, aku “setengahnya”.aku setengah dari setiap gender, aku setengah dari kotak-kotaknya.karena aku tak ingin melemah, aku tak ingin dipandang setengah mata.karena aku juga tak setangguh yang dibayangkan, aku juga pernah tersungkur, karena aku juga pernah menangis.
Aku (bukanlah) budak kehidupan dan tuntutan.
karena aku tak menuruti setiap garis hidupku, aku pembual kenyataan.karena aku pernah menyangkal Tuhan, aku pernah mempertanyakan kebahagiaan yang telah Ia janjikan, yang belum aku dapatkan.karena aku pergi dari sebuah keharusan, aku kabur dari zona aman dan nyaman.
Aku (memang) si Pencari Muka.
karena aku ingin selalu bertemu dengan orang-orang baru.karena aku haus akan passion mereka, aku ingin menghisap setiap butir buah pemikiran mereka.
Aku (tidak) sedang sakit.
karena aku bertahan dalam setiap denyut sakitnya, karena aku penyelamat atas diriku sendiri.karena aku ingin menghabiskan hidupku pada hal-hal yang sayang untuk dilewatkan.karena aku mengerti, bahwa sakit adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk mengerti betapa berharganya sebuah kesehatan.
Karena aku bukan siapa-siapa tanpa siapa-siapa.
Karena aku adalah (dalam kurung) dalam perjalanan hidupku sendiri.
Karena aku berani berada di (dalam kurung) untuk waktu yang singkat, ataupun lama.
karena aku bebas di (dalam kurung), aku bebas menjadi apa yang aku inginkan.
with love :)
Desi
Sebaik Apa Kamu?
Penulis:
Unknown
Di jelek-jelekkin orang lain? Udah biasa. Apalagi sama saingan sendiri. Hahaha eeeeeiiiiiiittsss, bukan saingan. No! sama mantannya mantan pacar yang bakalan jadi calon pacar. HAHAHAHA itu sih ngarep namanya. Nggak sih, capek ngarep. Iya kalo yang di harepin bisa jadi nyata. Nah kalo nggak? Nah lho nah lho.
Kadang emang orang lain itu pada hobi nyari benernya sendiri tanpa mau mikir “ah iya, aku juga sih yang salah”. Ya kan? Sebenernya aku juga gitu sih. Gini deh gini, coba di telaah lagi dari awal ya, apa iya kamu “sempurna” sampe bisa ngjudge aku seenak jidatmu yang nonong kaya ikan lohan itu.
Dari awal yang nggak pernah paham gimana sakitnya ngerti mantan udah deket sama orang setelah “beberapa hari” putus siapa? Dari awal yang dengan enaknya ngakak-ngakak tau aku nangis siapa? Dari awal yang merasa paling “WOW”o gombel waktu orang-orang paham kamu deket sama dia siapa? Dari awal yang hobi manas-manasin aku pake acara sok pacaran di depanku siapa? Hahahahakamutaikucinghahaha!
Terus sekarang yang sok merasa bener sendiri siapa? Yang hobi ngjudge aku seenaknya sendiri siapa? Yang hobi nangis dlosor-dlosor siapa? yang selalu nyinyirin aku siapa? hahahakamujugasitaikucinghahaha!
Gini deh, aku terangin ya gimana rasanya jadi aku.
- Waktu aku tau dia deket sama kamu, padahal aku sama dia baru aja putus, gimana rasanya jadi aku? Sakit!
- Waktu aku tau dia smsan sama kamu, tapi dia nggak pernah mau bales sms aku, gimana rasanya? Sakit!
- Waktu aku tau dia sering jalan sama kamu di depan mata aku, gimana rasanya? Sakit!
- Waktu aku deket lagi sama dia, tapi ternyata dia juga deket sama kamu, terus dia lebih milih kamu jadi pacar dia, gimana rasanya jadi aku? Sakit!
- Waktu berkali-kali dia bilang lebih sayang aku dibanding kamu tapi ujung-ujungnya dia lebih milih kamu daripada aku, gimana rasanya jadi aku? Sakit!
- Waktu aku kudu ngorbanin perasaanku, kudu ngalah, kudu nahan egoku buat kamu, gimana rasanya jadi aku? Sakit juga!
Dan sekarang kamu masih bisa bilang kamu nggak pernah bersalah? Kamu masih bilang aku selalu salah. Kamu masih bilang aku orang yang “nggak bener” buat ada disisi dia, sebaik apa kamu sampe kamu bisa ngjudge aku seburuk itu? Oke cuma cerita aja sih.
with love :)
Desi
Sebuah Prolog
Penulis:
Unknown
Kau bisa datang pada hidup seseorang kapan saja.
Tapi saat pergi, kau tak dapat meninggalkannya begitu saja, seseorang pernah berkata seperti itu kepadaku. That is true? Mungkin. Tapi menurutku itu teramat sangat benar. Untuk bisa masuk dalam kehidupan seseorang adalah mudah, tapi bagaimana saat kita ingin meninggalkannya karena sesuatu hal? Mampukah kita pergi dengan catatan yang manis atau malah kecacatan yang membuat hati miris. Sekali lagi kembali pada niatnya.
Dan mari kita bicara tentangku, tentang kisah cintaku. Bukankah kau selalu senang dengan kisah cinta dan kehidupan seseorang? Selalu ingin tau bagaimana caraku menyembuhkan luka pelan-pelan bukan?
Baiklah, mari kita bicara tentang janji-janji yang lebih sering diingkari daripada ditepati. Tentang harapan-harapan yang tak pernah menemukan kepastian. Dan tentang impian yang sering kandas di tengah jalan. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, adakah kesalahan pada diriku saat memperjuangkannya? Atau ini hanya soal kekeliruan dalam memilih siapa yang harus kupercayai dan pantas kuserahkan kepercayaan untuk menjaga perasaan.
Aku ini adalah orang yang mudah percaya, mudah sekali jatuh cinta. Maka lelaki, janganlah bermanis-manis di depanku jika memang engkau tak mau. Kau tak tau bukan, kapan senyummu atau kata-katamu dapat menggetarkan perasaan seseorang. Rayuan ibarat anak panah yang siap dilesakkan, dan bibirmu adalah busurnya. Sekali kau berucap, ia lepas melesat tanpa bisa kau hentikan. Dan bagaimana jika kau terlanjur menancapkan anak panahmu pada hati seseorang yang tak kau harapkan? Bisakah kau hanya sekedar meminta maaf kemudian berkata, “maaf, ini kecelakaan yang tak terduga.” Dan bisakah kata maafmu menghapus bekas luka yang terlanjur tergores di hatinya. Sempatkah kau pikirkan berapa lama ia harus sembuhkan luka sendirian? Relakah kau mengobatinya pelan-pelan? Jika tak mau, maka simpanlah saja ucapanmu. Jangan katakan apapun yang dapat membesarkan hati seseorang. Diam jauh lebih baik untukmu.
Percayalah, disakiti dan menyakiti hanya soal giliran, ini bukan tentang karma. Ini tentang roda kehidupan yang selalu berputar. Suatu saat kau akan merasa senang ketika dikejar. Tapi nanti saat kau berpeluh berbasah-basah mengejar bayang sang pujaan, ingatlah betapa dulu kau juga pernah membuat kalang kabut hidup seseorang.
Itu yang pertama, yang kedua adalah tentang menjadi yang kedua. Bingung kan? Ya sudah, pura-puralah mengerti sampai kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura. Menjadi pilihan kedua selalu tak enak bukan? Saat kau menganggap seseorang adalah segalanya, tapi ia menganggapmu hanya sebagai sebuah opsi pilihan. Bagaimana rasanya? Kecewa? Jelas. Sedih? Pasti. Tapi apa yang bisa kau lakukan selain hanya berusaha membuktikan? Tak ada. Kau hanya perlu berdoa dan berusaha. Itu saja. Berharaplah cinta datang padanya dengan cepat. Hingga kau tak perlu menunggu terlalu lama jawabannya. Atau bagaimana jika kau tegaskan saja padanya, “pilih aku atau dia?” mungkin itu akan memberikan sedikit shock terapy padanya. Betapa ia akan terkejut dengan pendirianmu yang tiba-tiba meminta kepastian setelah sekian lama nyaman dalam zona abu-abu. Ayolah, setiap orang berhak berbahagia. Setiap orang berhak menjadi yang pertama.
Atau mungkin kau masih gamang dengan janji-janji manisnya yang entah kapan akan direalisasikan? Sebetulnya yang menahanmu pergi bukan kasih sayangnya, tetapi keragu-raguanmu dan ketidak yakinanmu bahwa kau akan bahagia tanpa dirinya. Dulu, sebelum ada dirinya hidupmu baik-baik saja bukan. Kehilangan itu memang suatu yang menyakitkan, tapi biasakanlah. Bukankah ada peribahasa, “bisa karena terbiasa.” Begitupun cinta.
Kekecewaan datang karena ekspektasi yang berlebihan. Berharap boleh, tapi jangan terlalu. Menyandarkan kebahagiaan kepada seseorang adalah rentan. Berdoa semoga hati bisa di teguhkan. Karena Tuhan satu-satunya yang tak akan pernah mengecewakan. Lebih bisa membedakan mana yang lebih kau butuhkan, dan mana yang hanya kau inginkan.
With love :)
Desi
Aku Masih Disini
Penulis:
Unknown
Aku masih disini. Menunggumu. Bersama janji yang entah kapan akan kau tepati. Akan membawaku pergi dari sini. Bersamamu. Menempuh hidup baru.
Aku masih disini. Menunggumu. Yang tak jelas kapan akan menampakkan batang hidung. Yang datang dan pergi sesuka hati. Seolah lupa ada hati yang rindu setengah mati.
Aku masih disini. Menunggumu. Menghitung waktu. Dengan kumpulan ceceran kesabaran dan harapan yang ku pungut satu demi satu. Aku tau, tak satupun yang bisa menjamin akhir bahagia bagiku.
Aku masih disini. Menunggumu. Tetap mencintaimu. Walau itu berarti siksa dan sia-sia. Karena mencitaimu serupa membangun istana pasir di bibir pantai berombak.
Aku masih disini. Menunggumu. Berkalang benci. Pun bergulung rindu.
Kamu, datanglah padaku.
with love :)
Desi
Aku Tidak Berhak
Penulis:
Unknown
Enggan melupakan. Bertahan dalam kesakitan. Haruskah terus membiarkan semua kebodohan ini menjadi bagian dalam diriku? Haruskah terus menerus berbohong menyembunyikan luka? Senyum ku pun berubah lara, tiada yang bisa menebak bagaimana perasaan di dalamnya. Hatiku pun menyimpan sebuah rahasia, dan tak ada yang tau apa isinya. Hanya aku, sang pemilik, dan pencipta rasa cinta. Tuhan.
Pernahkah kamu seolah-olah tidak berkata apa-apa, tapi kamu berbicara. Pernahkah kamu seolah-olah tak bergeming, tapi kamu diam dalam hening? Pernahkah kamu seolah-olah jatuh cinta, tapi kamu mati rasa? Pernahkah kamu seolah-olah tertawa bahagia, tapi kamu menahan sakitnya luka?
Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang berusaha membunuh cinta yang bahkan tidak dapat kamu buat sirna. Senaif dirimu yag masih bisa tertawa bahkan disaat melihatku menitikkan air mata. Atau ajarkan aku menjadi penipu yang berusaha mengganti candamu di tengah kesakitanmu.
Haruskah rindu pada yang bukan milik kita? Tapi yang aku tau, menyayangi seseorang tidak akan pernah salah. Siapapun itu. Hanya saja orang yang disayangi tidak selalu tepat. Aku masih ingin menunggu lebih lama lagi, tapi sadarkah kamu? Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan. Aku masih ingin menjaga perasaan ini lebih lama lagi, tapi bisakah aku hanya berjuang untuk mempertahankan semuanya seorang diri. Lalu kamu dengan sesuka hatimu pergi dan kembali mempermainkan hati? Aku masih ingin membuktikan semua janjimu kalau kita bisa bersama. Tapi sepertinya kamu sudah lupa dengan apa yang kamu ucapkan dulu.
Aku ingin bersamamu, tapi aku tau. Bersama denganmu belum tentu benar. Dan meninggalkanmu belum tentu salah. Karena yang terbaik belum tentu jika kita bersama. Tapi mudahkah ini semua untuk aku lewati? Tidak. Tapi bisakah semua ini aku jalani? Bahkan untuk mencobanya pun aku enggan.
“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah. Dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”
With love :)
Desi
Hanya Jika
Penulis:
Unknown
Jika kau menjadi milikku,
Berlembar-lembar kertas tak akan cukup mencerikan haru biru bahagiaku. Tidak akan pernah cukup untuk menuliskan berbagai rencana bagi aku-kamu di setiap akhir minggu. Melihat kunang-kunang di kaki bukit. Bermain pasir di tepian pantai sampai saat senja menjemput dengan jingganya. Atau kamu yang bermain gitar dan aku menyanyikan lagu kesukaanmu. Sederhana.
Jika kau menjadi milikku,
Maka setiap detik di detakku akan mengeja namamu, berulang-ulang. Menyimpannya di sudut otakku. Merekamnya dalam setiap mimpi di tengah malam. Bahkan sampai saat terbangun kala fajar, namamu kudapati sebagai potongan mimpi indah yang menjelma menjadi sosok nyata.
Jika kau menjadi milikku, sayang…
Mungkin ratusan pelukan tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan rinduku. Sepasang mata yang terus meletak tatap tak akan sanggup untuk mengalihkan pandang. Jika tidak cukup dengan berjalan, maka aku akan berlari, sekencang-kencangnya agar kau tidak terlalu lama menunggu sendirian.
Suatu saat jika kau menjadi milikku,
Kupastikan sepasang mata sendumu akan menolak memproduksi air mata kecuali tentang bahagia. Kujanjikan padamu pelukan hangat saat hujan sedang deras-derasnya. Ketakutanmu akan petir dan kilat juga akan sirna, aku janji. Dan jangan pernah khawatir akan lengan yang menggemuk, kerutan di sudut matamu, atau perut yang mulai membuncit, kau akan tetap menjadi yang tertampan, sayang.
Hanya jika kau menjadi milikku,
Akan kuhabiskan waktu yang lebih dari selamanya, untuk mencintaimu.
If you were mine,
I did be your everything, and you did be the only thing that I would ever need
If you were mine,
I would tell everyone that you are the only one that I could ever want
with love :)
Desi
Penulis:
Unknown
Ada beberapa orang yang terlalu egois minta orang lain buat dengerin dia, tapi dia nggak mau peduli sama seseorang yang lagi butuh dia buat dengerin apa yang lagi di rasa. :)
BERHENTI
Penulis:
Unknown
Kau pernah datang namun tanpa tujuan. Kau pernah pergi tanpa alasan yang pasti. Mencoba menarik ulur hati. Andai, aku melewatkan satu kejadian saat bertemu denganmu. Andai, saat itu aku tidak tersenyum dan membuka sebuah pembicaraan singkat. Namun apalah guna kini aku berandai-andai?
Aku tahu rasa ini salah. Namun kau membiarkan rasa ini tetap tumbuh dan utuh di antara sebuah masalah. Aku pun tahu, aku akan kalah dan menyerah pada akhirnya. Terlalu sakit berada di posisi yang tidak pernah di inginkan.
Aku tidak bisa lebih lama lagi bertahan. Berada di posisi ini sungguh tidak menyenangkan. Aku pun juga ingin merasa nyaman menjaga sebuah perasaan. Aku marah, agar kau mengerti. Aku diam, itupun juga agar kau mengerti. Bahwa meskipun kau tak ku miliki.
Aku tidak bisa selalu menerima semua janji. Janji yang tak pernah terbukti. Aku yakin kamu tahu. Kita telah sama-sama kenyang dengan janji. Dan cinta pun tak pernah berhenti untuk saling melukai.
Aku ingin menjadi sesuatu, sesuatu yang ingin kau kenal. Sampai akhirnya kau ingat di luar kepala, dan kau simpan di dalam hati. Dan aku yang sampai detik ini masih berharap akan kau perjuangkan. Aku ingin menjadi sesuatu yang kau cari, yang kau miliki, dan yang kau pertahankan. Tanpa harus selalu menanti kepastian yang tak pernah ku dapatkan.
Aku memberimu ruang untuk berpikir, tapi tentu saja tidak untuk selamanya. Aku pun memiliki batasan untuk mengharapkanmu. Hanya “kita” yang mampu mempertahankan “kita”. Bukan aku yang pergi meninggalkanmu, kau yang tak pernah memintaku tinggal disini.
Berhenti, mari kita berjalan ke arah berlawanan agar tak perlu lagi saling menemukan. Aku lelah, kita sudahi saja. Semakin sulit aku membedakan mana yang lebih perih, berusaha melupakanmu, atau berpura-pura melupakanmu.
with love :)
Desi
Penulis:
Unknown
Yang aku ingin hanyalah pengertianmu tuk sedikit saja pahami maksudku. yang aku ingin hanyalah agar kau mau sakedar mengerti aku. - agar kau mengerti
Dan Aku Merelakan
Penulis:
Unknown
Saat aku menulis surat ini aku merasa sendiri, aku bertahan mengais sisa sisa harapan yang mungkin memang ada. Rasa yang kamu beri yang aku anggap cinta ternyata salah, ternyata sampah yang tak berarti apapun untukmu. Lalu apa aku yang salah? Atau mungkin aku yang terlalu berharap? Aku rasa tidak, wanita manapun akan luluh jika mendapat perlakuan seperti ini.
Aku lelah, aku rapuh dan aku terjatuh lalu terperangkap disini, di sudut hatimu yang mungkin sama sekali tidak akan pernah terjamah olehmu. Logikaku menodongku dengan pertanyaan “mengapa kamu tidak pergi dan mencoba dengan dia yang mencintaimu?”. Saat orang lain memaksaku moveon dan melupakan, tapi hatiku justru berkata untuk tinggal dan bertahan. Kenapa? Karena kamu.
Saat aku mulai berani, saat aku mencoba pergi, kamu berkata rindu, kamu berikan semua harapan itu. Aku pun kembali membalik arah, kembali kesudut hatimu itu. Jangan pernah tanyakan apa yang aku rasakan di tempat itu, karena hatimu tidak akan pernah bisa ber empati dengan rasa ini.
Saat kamu patah hati lalu jatuh cinta hingga kamu patah hati lagi, pernahkah kamu berpikir ada aku disini? Aku bukan patung yang mati rasa atas semuanya. Aku punya cinta, aku punya luka, aku pernah tertawa dan tak jarang aku menangis, semua itu karena kamu. Dan sekarang mugkin saatnya aku memberi bahagia pada diriku, menghargai diriku sendiri, aku lelah mengemis, aku lelah mengiba, dan aku lelah mengais harapan itu.
Ya, aku harus pergi, aku harus berani melangkah. Mungkin hanya ini caraku walaupun sulit, walaupun sakit, tapi aku pasti bisa karena aku pantas bahagia. Aku harus merelakan dan aku harus melepaskan, mungkin aku pecundang, tapi setidaknya aku akan menjadi pahlawan untuk diriku sendiri.
Dan kamu, semoga kamu dapat tersenyum dengan pilihanmu kelak, dan aku tidak pernah ingin kamu menyesal setelah kamu sadar jika aku tak ada lagi untukmu. Mungkin aku terluka karenamu, tapi aku tidak pernah membencimu. Rasa ini masih dan akan tetap sama seperti hari-hari kemarin, hari ini, esok dan seterusnya. Walaupun aku jauh, aku masih ingin senyum itu.
with love :)
Desi
Penulis:
Unknown
"Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansi ingatan masa lalu."
Penulis:
Unknown
"Bersama dia aku belajar perhatian yang tidak berlebihan, tapi begitu mengesankan." __Sedang merindukan sosokmu, 230987. :')
Selasa, 27 Agustus 2013
Penulis:
Unknown
“Cinta itu dalam dirinya mengandung sebagian kecil rasionalitas, tapi penuh dengan benih rasa yang tidak perlu dihitung secara matematik mengapa dia ada."
Begitulah Aku Kepadamu
Penulis:
Unknown
Kau tak tahu seberapa dalam kata ‘masih’ yang aku tulis dalam jurnalku.Kau tak tahu seberapa dalam aku menulis kata ‘kemarin’ dalam prosaku.Kau tak pernah tahu seberapa dalam aku mengharapkan kata ‘akan’ atau ‘semoga’ dalam benakku.Kau tak akan pernah tahu bagaimana kata ‘cinta’ bisa mengubah semua tulisanku dalam biru hidupku.Kata yang mungkin tak bermakna, justru itulah yang paling dalam dan paling ingin ku tandai dengan kutip.Jika kau tanya seberapa jauh yang ku tahu tentang kau, aku tak tahu apa-apa tentang kau. Tapi jika kau bertanya seberapa dalam harapanku akan kau yang ada disamping bangkuku, sedalam inti bumi atau bahkan sedalam inti mataharilah dalamnya.Hingga ketika hanya dengan melihatmu seperti ini, aku bahkan begitu terkesan. Begitulah aku kepadamu.
With love :)
Desi
Ada Rasa pada Kata-kata
Penulis:
Unknown
Aku mengenalmu melalui kata-kata, dan aku merasa cukup dengan itu. Pertemuan kita adalah pertemuan antar pikiran. Dan aku merasa cukup dengan itu.
Aku mengenalmu melalui kata-kata, cara berpikir yang aku sukai sejak pertama kali membaca. Setiap ejaan hurufnya aku kenali, aku mengenalmu melalui kata-kata. Pada setiap rasa yang kamu sematkan dalam cerita.
Aku jatuh cinta pada kata-kata. Pada setiap hal yang kamu tuangkan, aku seolah-olah menjadi samudera dan selalu siap menerima apapun itu.
Ketika aku bertemu langsung denganmu, aku tak menyangka jika pembawaanmu seperti itu. Aku tidak mengenalmu dalam pertemuan pertama, pertemuan selanjutnya ketika diskusi semakin hangat. Aku tahu, kamu sedang membacakan isi pikiranmu. Dan aku diam saja, seperti membaca setiap tulisanmu.
Jika aku jatuh cinta pada tulisanmu pertama-tama, itu bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk aku mengenal pikiranmu.
Sampai pada suatu hari kita pertama bertemu, kita seolah-olah telah saling mengenal lama sekali.
With love :)
Desi
Desi
Senin, 26 Agustus 2013
BOOMERANG
Penulis:
Unknown
“What you get is what you did.
What goes around, comes around.
Like a boomerang.”
What goes around, comes around.
Like a boomerang.”
Kadang, aku suka bagaimana cara Karma bercanda dengan hidupku.
Menggelitik.
Tanpa ampun.
Aku hanya bisa tertawa, sampai menagis.
Menggelitik.
Tanpa ampun.
Aku hanya bisa tertawa, sampai menagis.
Hidup itu adil.
Kuulang, hidup itu adil.
Walau tidak selalu.
Kadangkala, memang.
Tapi paling tidak,
Biarkan aku menikmati permainan ini.
Kuulang, hidup itu adil.
Walau tidak selalu.
Kadangkala, memang.
Tapi paling tidak,
Biarkan aku menikmati permainan ini.
Sampai kapan kau akan berpura-pura kuat, menyerah?
With love :)
Desi
Desi
BEBERAPA TITIK YANG AKU SEMBUNYIKAN GARISNYA.
Penulis:
Unknown
Dalam beberapa sisiku,
Ada bayangan yang aku timpa cahaya.
Agar tak ada yang melihat gelapku.
Sengaja
Aku suka berpura-pura.
Aku terlalu menginginkanmu,
Dan terlalu takut melepasmu.
Aku hanya berhati-hati.
Aku terlalu menginginkanmu,
Dan terlalu takut melepasmu.
Aku hanya berhati-hati.
Aku pernah terjatuh terlalu dalam,
Hanya karena patah hati.
Lindungi aku, cinta.
Lindungi aku.
Hanya karena patah hati.
Lindungi aku, cinta.
Lindungi aku.
with love :)
Desi
Desi
SEBUT SAJA AKU INI PEMIMPI, AKU HANYA MENGINGINKANMU; ITU SAJA.
Penulis:
Unknown
Salah apa aku ini, menangisi sesuatu yang bahkan aku tak kenal dari mana datangnya. Aku masih menatap rangkaian aksara yang berjejer rapih di layar, dengan cucuran air mata yang enggan kuhapus. Entah apa yang kutangisi, yang jelas, aku merasa benar-benar kehilangan aku. Aku lemas dibuatnya. Tapi kabar baiknya, dia sudah bisa tertawa, walau belum bisa mengabariku. Entah aku ini yang terlalu murahan dan suka berharap, atau apalah.
Entah apa aku ini. Tapi, kau mau tahu? Aku sudah menjadikan pria itu sebagai cita-cita rahasiaku. Biarlah dia menganggapku ini apa.
Aku hanya menginginkan lengannya yang kokoh itu selalu ada di sampingku ketika aku butuh tempat untuk bersandar.
Aku hanya menginginkan tangannya yang kuat itu selalu menggengam erat jemariku ketika aku butuh tempat untuk berlindung.
Aku hanya menginginkan senyuman itu, bibir merah yang belum terjamah asap sampahan yang bahkan aku sendiri pernah menghisapnya.
Aku hanya menginginkan kehadirannya, sosok yang sungguh aku idamkan ketika aku ingin memeluknya.
Sebut saja aku ini tak tahu diri, mencita-citakan dia yang bahkan terlalu jauh, dalam segala hal.
Untuk menatap matanya secara langsungpun aku harus menunggu selama ini. Aku mencita-citakan dirinya bukan sebagai tempat persinggahan kisahku, aku memimpikan dirinya sebagai rumahku kelak, pelabuhan terakhirku.
Semoga.
untuk seseorang yang ingin disebut Tora sebagai namanya.
With love :)
Desi
With love :)
Desi
SEHARUSNYA
Penulis:
Unknown
Seharusnya kamu tau,
Tentang doa-doa yang kukirim untukmu,
Tentang rintik-rintik air mata yang terjatuh karenamu,
Tentang rindu-rindu yang menumpuk tentangmu,
Tentang luka-luka yang menyiksa dalam perjuangan,
Hanya demi kamu.
with love :')
Desi
AKU
Penulis:
Unknown
Setak-bergunanya aku, bahkan kamu enggan mengerti.
Setak-berartinya aku, bahkan aku pun terabaikan.
Setak-bermaknanya aku, hingga aku menjadi satu dari tumpukan yang terlupakan.
Aku hanyalah lalat hijau yang terbang dan hinggap di ujung sedotan minumanmu.
Aku hanyalah spasi di antara huruf terakhir dan tanda baca, yang hanya memisahkan, tanpa arti.
Aku hanyalah sisa-sisa karet penghapus yang terpisah setelah membersihkan dosamu, dengan luka.
Bagaimana kamu pernah begitu menginginkan aku, lalu kemudian seolah aku yang terlalu menginginkanmu.
Dan tentang segala kata maaf yang bahkan bukan salahku.
Dan tentang segala duka yang pernah kusembunyikan di balik bahagiaku.
Dan kamu yang pernah selalu memanjakan perihnya lukaku.
Aku hanyalah aku, yang tak pernah kau akui.
Setak-berartinya aku, bahkan aku pun terabaikan.
Setak-bermaknanya aku, hingga aku menjadi satu dari tumpukan yang terlupakan.
Aku hanyalah lalat hijau yang terbang dan hinggap di ujung sedotan minumanmu.
Aku hanyalah spasi di antara huruf terakhir dan tanda baca, yang hanya memisahkan, tanpa arti.
Aku hanyalah sisa-sisa karet penghapus yang terpisah setelah membersihkan dosamu, dengan luka.
Bagaimana kamu pernah begitu menginginkan aku, lalu kemudian seolah aku yang terlalu menginginkanmu.
Dan tentang segala kata maaf yang bahkan bukan salahku.
Dan tentang segala duka yang pernah kusembunyikan di balik bahagiaku.
Dan kamu yang pernah selalu memanjakan perihnya lukaku.
Aku hanyalah aku, yang tak pernah kau akui.
with love :')
Desi
MENGARANG KEMUNGKINAN TENTANG BESOK
Penulis:
Unknown
Aku meletakkan kenanganku pada detik jarum jam yang berdetak seirama dengan degup jantungku. Aku membiarkannya larut dalam waktu.
Mungkin setelah akhirnya aku berhasil melewati semuanya, entah di tempat di mana, di belahan Bumi yang mereka bilang bulat ini kelak kita akan kembali bertemu.
Mungkin ketika itu kau akan mendapati aku yang banyak berubah, tidak seperti sekarang dan begitupun denganmu. Lalu kau akan mencoba mengenali aku yang baru, lalu kau akan bertanya “Apakah ini kamu?” padaku.
Dan mungkin aku akan mendapatimu yang bahkan sudah aku hapuskan sejak lama dalam diriku. Yang butuh bertahun-tahun untuk bisa melupakanmu pada diriku dan semua tentang kita. Lalu aku akan berpura-pura lupa ingatan dan aku akan membalas dengan “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” kepadamu.
Itu jika aku mampu.
Atau mungkin ternyata, keadaannya hatiku masih sama seperti sejak dulu, sejak awal aku jatuh cinta padamu.
Mungkin pada akhirnya aku akan menjawab dengan “Ya, ini aku! Kau masih mengenalku?” lalu akhirnya kita akan melalui kisah yang sama seperti dulu dan kemarin hanya saja semoga tanpa mengulangi kesalahan yang sama.
with love :)
Desi
with love :)
Desi
Keputusanku
Penulis:
Unknown
Aku sudah memutuskan akan berkonsentrasi pada diri sendiri. Apa yang aku inginkan, apa yang aku butuhkan, apa yang aku rasakan. Aku perlu mencari tau arahku sendiri dalam kehidupan, kepentingan nyata, dan apa yang membuat aku bahagia. Aku tidak bisa hidup dari apa yang aku pikir aku butuhkan, terutama jika aku akan mencarinya dari orang lain. Aku butuh rasa kepuasan diri sendiri.
Aku perlu percaya diri. Aku suka seni, musik, dan sastra. Tidak ada aturan, hanya apa yang aku rasakan. Aku harus berhenti menjadi begitu paranoid tentang segala sesuatu. Aku juga perlu menyadari bahwa aku tidak selalu bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Hidup tidak selalu berubah sesuai rencana kita, tapi aku sudah menyadari bahwa aku hanya perlu terbiasa dengan rasa sakit. Tidak ada jalan yang benar, karena jika ada aku pasti di jalan lain.
Kesabaran … itulah yang saya butuhkan. Aku hanya harus menunggu dan bukan fokus pada apa yang aku miliki: teman baik, petualangan menyenangkan, peluang di kota terbesar di dunia, pendidikan kelas dunia, dan keluarga yang penuh kasih. Aku akan menikmati diriku sendiri sementara itu tanpa menjadi bingung. Aku hanya akan menikmatinya untuk apa itu. Aku ingin merasa diinginkan.
with love :)
Desi
Minggu, 25 Agustus 2013
Penulis:
Unknown
"Kadang kamu harus percaya bahwa apa yang kita pikir telah selesai tak benar-benar usai" __with love :)
Desi
Sabtu, 24 Agustus 2013
Empat Titik Kenangan
Penulis:
Unknown
Satu, kutemukan di antara pigura-pigura
Dua, kutemukan di antara benda-benda pemberian
Tiga, kutemukan di antara telepon genggam yang hilang bunyi
Empat, kutemukan di antara puing ingatan yang tak kunjung hilang
with love :)
Desi
Kembali
Penulis:
Unknown
Belum usai. Apa yang selama ini kusebut kenangan serta merta menarikku kembali ke pusaran rindu, berulang. Apakah kamu tahu? Semalam, di meja perjamuan, kita bertemu. Lugu sapaku gemetar menyebut rindu. Bukan sekadar rindu selintas lalu tapi rindu yang setia berulang dan tak terbilang, menggamit harapan itu kembali ke pangkuan. Kepadamu, kenangan kutimang, dan sekarang bersanding dengan harapan.
Diam-diam, aku suka cara matamu menatap harapan dan menyandingkannya dengan keyakinan. Mata, milikmu, yang tak akan punah oleh serangan ketakutan, apalagi ragu yang menyekap enggan. Terima kasih kepadamu, yang tak letih mengajakku kembali, menengok isi hati kita, sekali lagi.
Selamat datang kembali, hati yang dulu pernah sebentar pergi.
Selamat datang kembali, hati yang dulu pernah sebentar pergi.
with love :)
Desi
Jumat, 16 Agustus 2013
Perihal Tanpa Dia
Penulis:
Unknown
Lamunku, berhentilah sejenak, sejenak saja, sejenak doa, sejenak permohonan yang memaksa di telinga pencipta. Lamunku, berhentilah sejenak, sejenak saja, sejenak nafas, sejenak hidup yang tersisa sampai rindu tidak menyiksa. Lamunku, berhentilah sejenak, sejenak saja, sejenak kosongnya mataku disaat hati begitu penuh. Lamunku, berhentilah sejenak, sejenak saja, putar waktu lebih cepat, sampaikan aku pada tempat yang tepat. Lamunku, berhentilah sejenak, pada ujung tunggu, tempat hangat sepasang lengan yang akan membawamu musnah. Lamunku, berhentilah sejenak, Tumpahkan ingat yang lalu, kosongkan kepalaku, hati telah terisi bahagia nanti, sampai membawaku mati.
With love :)Desi
Senin, 05 Agustus 2013
Sama Saja
Penulis:
Unknown
Kamu datang membawa banyak
harapan, membawa banyak janji lewat bisikan. Kauhangatkan hatiku yang dingin
dengan sesuatu yang kausebut cinta. Kaugenggam lembut perasaanku dengan sesuatu
yang kausebut kisah nyata. Lalu, sosokmu masuk dalam hidupku; membawa warna
berbeda dalam hari-hariku.
Aku sudah bosan dengan mata
bengkak karena menangis, sudah bosan melamun karena disakiti, dan sudah bosan
merasa lelah karena terlalu sering dibuat menunggu. Kamu kembali bisikan
sesuatu lagi di telingaku, "Aku tidak akan seperti dia." Kamu selalu
mengaku begitu, kamu berjanji tak akan menyakitiku seperti beberapa orang yang
lebih dahulu datang ke dalam hidupku.
Sayang, aku begitu memercayaimu.
Ketika kaudatang membawa sesuatu yang menarik, mataku terlalu silau untuk
mengawasi gerak-gerikmu. Pesonamu terlalu berkilau hingga membuatku buta
segala. Hatiku kaukendalikan, perasaanku kaueratkan, dan hatiku kaupermainkan.
Pelan-pelan, kamu semakin masuk ke dalam hidupku, kamu juga terlibat dalam
nasibku. Kita semakin dekat karena percakapan-percakapan manis di ujung
telepon, juga sebab kata-kata manismu dalam setiap obrolan bodoh kita di pesan
singkat.
Suaramu mengalir di telingaku
setiap malam. Menghujaniku dengan kata sayang, mengangkatku dengan kebahagiaan
yang kaujanjikan, dan membawaku terbang ke mimpi-mimpi yang pernah kita rancang
dengan begitu teliti dan teratur. Hadirmu membuat aku percaya bahwa cinta tak
melulu soal air mata. Aku begitu mudah merasa nyaman denganmu, begitu mudah
merasa bahwa kamu adalah pengobat lukaku. Kuikuti permainanmu, permainan yang
tak kuketahui peraturannya. Aku masuk tanpa persiapan, ketika kaubawa aku
berlari, berjalan, dan berhenti; aku masih tetap merasa baik-baik saja.
Padahal, diam-diam, kausedang merancang sesuatu. Sesuatu yang ujung-ujungnya
malah menyakitiku.
Kamu pernah berjanji, suatu hari
nanti hanya kamulah yang bertahan untuk bersamaku. Kamu pernah berkata, bahwa
sosokku hanya mampu diimbangi oleh sosokmu. Kamu pernah menjanjikan kita yang
bahagia, yang nyata, yang tanpa luka. Tapi, nyatanya? Kamu mengikari
janji-janji yang sempat membuatku berharap lebih.
Kamu sama saja, Sayang. Sama
seperti yang lainnya, yang memilih pergi; saat aku sedang cinta-cintanya.
Enam Hari Setelah Kepergianmu
Penulis:
Unknown
Ini surat yang entah keberapa. Tulisan bodoh dari gadis tolol yang tak pernah kau gubris sama sekali. Tulisan di sini tentu saja tak pernah kaubaca, kaulihat, apalagi kaupahami. Di sini, ada seseorang yang setia menulis tentangmu nyaris setiap minggu walaupun setiap mengingatmu hatinya selalu teriris.
Kali ini, aku ingin bercerita tentang seorang wanita yang sedang sangat sibuk untuk melakukan banyak hal. Berusaha mencari kesibukan baru agar dia tak lagi punya celah untuk mengingatmu. Wanita ini, tentu saja kau pernah mengenalnya. Dia pernah jadi bagian dalam hari-harimu. Wanita ini adalah tempat kau sempat berbagi tawa dan canda, sebelum akhirnya kau membuat dia terluka.
Dalam rasa sakitnya, dia seringkali bertemu Tuhan. Bercerita dengan bulir air mata di pipinya. Mengadu dengan bibir membeku; dia menyesali segala kebodohannya. Mengapa dia menerima kamu begitu mudah namun melepaskanmu begitu susah?
Sayang, wanita itu tahu sekarang kamu sudah lebih bahagia. Dari dunia seratusempatpuluh karakter, dia bisa menduga; bahwa kamu sudah jadi pria yang berbeda. Kamu bukan lagi matahari yang menghangatkan mendungnya. Kamu bukan lagi lembayung yang mewarnai sisi gelapnya. Kamu sekarang jadi awan hitam, Sayang. Kamu jadi biru paling kelabu, sebab air matanya tak pernah surut– selalu mengalir untukmu.
Kali ini, ceritanya masih sama. Dia mengajakmu bercakap-cakap malam itu. Ada rasa rindu di dadanya, ada rasa hampa karena kekosongan yang selama ini dia lewati tanpamu. Kadang, kamu tak tahu perasaan seseorang yang begitu bahagia bisa berbicara denganmu, meskipun kamu mengartikan pembicaraan itu hanyalah pembicaraan biasa. Tapi, Sayang, wanita ini berbeda. Segala hal tentangmu, tak pernah kecil di matanya.
Cahaya Penunjukku. Waktu menulis ini, wanita yang kuceritakan tadi sudah tak lagi bisa menulis banyak tentangmu. Tepat enam hari setelah kepergianmu, ternyata dia sadar bahwa ada yang perlu diperjuangkan, selain rasa rindunya terhadapmu. Kamu yang begitu berbeda telah begitu menyakiti hatinya. Mengapa kamu tak tahu, Sayang? Bahwa orang yang paling tersakiti oleh perubahanmu adalah orang yang paling mencintaimu, meskipun kamu selalu menganggap dia abu-abu.
Malam ini, sepertinya masih sama. Wanita itu ingat betapa setiap malam, selama satu bulan lebih dua minggu itu, kamu selalu menyapa dia dengan sapaan paling manis. Suaramu lembut terdengar dari ujung telepon. Dia bahkan tak tahu mengapa dia harus mencintai pria berantakan seperti kamu. Cintanya meledak begitu saja, ketika kaubuat dia nyaman, ketika kaubuat dia begitu mencintaimu, mengapa kaumalah membiarkan dia mengigil karena kepergianmu?
Dengan bekas lukanya yang belum benar-benar sembuh. Dia masih berusaha terus melupakanmu, dia berusaha melangkah dengan kekuatan sendiri. Kamu tak tahu, Sayang, dia begitu kuat, lebih kuat daripada yang kaubayangkan. Memang, dia belum seratus persen melupakanmu. Tapi, dia percaya waktu itu akan datang, saat dia bebas menertawakan lukanya dan kamu justru yang berbalik menangisinya.
Oke, sudah lebih dari enam paragraf. Wanita ini cuma mau bilang padamu, Cahaya Penujukku, bahwa sebenarnya dia belum bisa melupakanmu. Sebenarnya juga, masih ada cinta dalam hatinya. Tapi, dia berusaha tak lagi menggubris perasaannya sendiri, karena dia tahu; kamu yang seperti dulu tak akan pernah kembali.
Oh, iya, kamu mau tahu, ya, siapa wanita itu? Baiklah. Aku menyerah. Wanita itu adalah....
Langganan:
Komentar (Atom)