Pagi yang kepagian aku sudah bercengkerama dengan cinta di ujung telpon. Banyak tawa yang dia hadirkan sedikit keluhan sebab dia pulang larut malam. Pagi ini terdengar dari parau suaramu. Ya kamu sangat lelah..sangat lelah.
(andai dekat pelukku pastilah akan sangat erat)
Sayang pagi ini kusuguhkan pilu ketika kuterima kabar tubuhmu mulai tak tahan menahan lelah, kamu sakitkan, aku sedih sayang. Sedih ketika aku tak bisa merawat kesakitanmu, sedih ketika aku tak mampu menyiapkan obat dan sarapan dimeja kamarmu, sedih ketika aku tak bisa mengusap rambutmu agar kau terlelap lagi.
Di sepanjang perjalanan menuju kampusku terus kulafalkan doa agar kau baikbaik saja dan aku tau lengan ibumu lebih hangat dari lenganku. Pasti kamu baikbaik saja sayang, tapi tak lepas lenganku sebab doaku serupa lengan yang akan terus mendekapmu.
Dear you empatbelastiga,
Biarkan doaku selalu memelukmu. Semoga Tuhan mengabulkan doamu, doa kita :')
Biarkan doaku selalu memelukmu. Semoga Tuhan mengabulkan doamu, doa kita :')
With love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar