welcome

Sabtu, 15 Juni 2013

Cuma soal rindu

Dear you empatbelastiga,

Tahukah kau hal yang menyebalkan dari penantian? Yaitu ketika kau merasa telah membunuh waktu dengan beribu permainan dan menelan berjuta macam petuah dewa-dewi kayangan namun masih tetap merasa bosan.
Di jarak antara ruang tunggu dan entah apa namanya, wajahmu tereduksi jadi bentuk yang sangat mudah dikenali hanya dua titik mata dan segaris mulut. Lalu seiring dengan rasa nyeri, wajahmu terproyeksi di dinding, di cermin, di pintu lemari tak teralihkan, bahkan oleh anggunnya sulaman benang-benang hujan bulan Juni dan aku terjaga karena ku takut memimpikannya.
Ada rindu berlaksa. Dari temu tak terlaksana. Ingin menghampirimu, tapi apa daya jarak menjedakan temu yang seharusnya ada. Kita sedang berdiri diantara dua koma dari lemahnya rindu berdenyut hingga temu yang belum berlanjut. Kita sedang merangkak, mencari cara untuk tak lagi berjarak. Bila esok datang kembali, pastikan bahwa kita sama-sama memperjuangkan sebuah pertemuan.
Sampai kusadari bahwa rasa yang kusebut dengan "rindu" hanyalah efek dari kafein dan gula dalam segelas soda.

Pulanglah, sayang :')
With love
Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar