Tidak semua yang saya tulis adalah saya dan tidak semua yang kamu baca adalah kamu :)
welcome
Sabtu, 14 Desember 2013
Penulis:
Unknown
“Aku jatuh cinta pada pikiranmu. Pada sudut pandangmu yang selalu berbeda. Pada cara dinginmu bertutur kata. Pada habisnya cerita. Pada duniamu yang tak kutahu seluas apa. Pada setiap setapak yang akhirnya bisa aku lihat karena kau memaksaku untuk berjalan lalu berlari. Pada caramu memperkenalkanku pada diriku sendiri, dan menghormatinya sebagai pribadi yang pantas diperlakukan dengan baik. Pada kegelisahanmu yang coba kau tenangkan. Pada sesuatu dalam tabir yang aku tak pernah tahu jika tak kucari tahu padamu. Akhirnya, aku jatuh cinta pada ketidaktahuanku sendiri.”
Jika Istrimu Seorang Bidan
Penulis:
Unknown
Jika kamu berpikir bahwa memiliki seorang bidan berarti ia memiliki banyak waktu di rumah untuk menemanimu dan keluarga, percayalah, bahwa asumsimu tak sepenuhnya benar. Aku ceritakan sedikit.Bidan. Perempuan yang separuh hidupnya berhubungan dengan perempuan, keluarga, dan anak-anak. Lahan kerja kami “sedikit”. Menolong persalinan, memeriksa ibu hamil, mendeteksi penyakit reproduksi, memberi konseling remaja dan keluarga berencana. Dari pekerjaanku inilah, aku bersyukur karena aku bisa lebih dekat dengan perempuan-perempuan di sekitarku, entah sebagai seorang ibu, seorang remaja, anak-anak, bahkan wanita tuna susila. Aku belajar banyak dari mereka.Perempuan. Kami makhluk yang spesial, bisa multitasking. Dalam profesi bidan, aku bisa bekerja di beberapa tempat: di Rumah Sakit, puskesmas, atau membuka praktek di rumah sendiri. Di Rumah Sakit dan puskesmas, tekanan pekerjaanku cukup tinggi. Pasien yang banyak, rekan sejawat yang tidak bisa bekerja sama dengan baik, laporan harian dan bulanan yang harus diselesaikan, sampai kematian ibu atau bayi.Ketika kau menyambutku pulang ke rumah dengan lesu, cukup berikan aku sebuah pelukan, lalu dengarkan cerita-cerita yang ingin aku sampaikan. Mungkin saja saat itu aku sedang dimarahi atasan, dimarahi pasien, atau mungkin baru saja melihat seorang ibu yang kehilangan anaknya, atau melihat seorang ibu yang meninggal setelah persalinan, lebih buruk lagi; melihat seorang ibu yang menangis karena kehilangan bayi dalam kandungannya, sedang ia telah menunggu bayi itu hadir setelah delapan tahun.Jika aku membuka praktek bidan di rumah, aku bisa berinteraksi dengan pasien-pasienku lebih leluasa. Menolong persalinan di rumah, melakukan konseling pribadi. Sebagian waktuku akan habis aku gunakan untuk menangani klienku. Belum lagi jika ada pasien yang datang di malam hari. Ketika kau baru pulang kerja larut malam, belum tentu aku bisa menyambutmu dengan membuatkan air panas untukmu mandi atau secangkir kopi. Disaat yang sama, di ujung pintu rumah kita, bisa jadi ada seorang ibu yang kesakitan karena hendak melahirkan, atau seorang ibu dengan wajah iba mengetuk pintu rumah kita, karena anaknya menderita demam.Jika kau mendengar suara pintu diketuk ditengah malam, dan kau melihatku tertidur, bangunkan aku dengan lembut dari tidurku. Itu akan sangat membantuku.Jika pasien yang aku tangani memerlukan pertolongan lanjutan, tolong bantu aku mengantar pasienku ke rumah sakit. Kau mungkin tak paham mengapa pasien ini harus dibawa ke rumah sakit. Jika kau terbiasa, maka kau akan paham. Belum lagi jika agenda mingguan kita untuk pergi bersama batal karena ada yang hendak bersalin. Tolong, jangan kecewa. Bantu aku memberikan pengertian pada anak kita kelak.Aku memang sibuk dengan pasien-pasienku di rumah, namun tak perlu khawatir. Tak perlu kau takut kelaparan hanya karena aku sibuk dengan pasienku. Aku sudah memasak untuk kau, dan pasienku yang hendak bermalam untuk melahirkan. Disela-sela pasien yang datang, aku juga menemani anak kita belajar dan mengerjakan PR.Jika kau menikahi seorang bidan, jangan pernah berasumsi kau menikahi seorang yang kaya raya. Penghasilan kami tak seberapa. Jika lebih dari cukup, percayalah, itu hadiah dari Tuhan.Jangan tuntut aku untuk melepas pengabdian dengan alasan menomerduakan keluarga. Bagiku, keluarga selalu nomer satu, walau aku tak selalu bisa menemani, bahkan hanya mendoakan dalam hati. tapi pengabdian takkan pernah benar-benar berhenti.Sebagai Perempuan, aku memang terlahir dengan naluri mandiri dan multitasking. Namun, keberadaanmu disisi akan lebih menenangkan.
With love :)
Desi
Jumat, 06 September 2013
Rindu Berpintu
Penulis:
Unknown
Rindu telah menarikku masuk ke dalam dimensi imajinasi. Berandai-andai membuhuh sepi. Tampaknya ia telah lelah berteriak dalam jarak. Otakku kini penuh dengan kata “seandainya”, “kalau” dan “jika”, seolah sedang menetang titah raja kehidupan. Semoga ada ampun untukku. Aku hanya mencoba mencari hiburan.
Rindu adalah ruang yang panjang, dan kita ada di masing-masing ujungnya. Terpisah tapi tak benar-benar terpisah. Masih berada dalam satu ruang yang sama, cinta.
Rindu itu tak bersekat, tak berpintu, juga tak berjendela. Tapi bukan berarti itu akan menjadi lebih mudah. Mau lewat mana?
Aku selalu membayangkan, rindu kita berpintu. Dengan kamu mengetuknya, aku akan tahu seberapa besar kamu merindu. Dan yang pasti, akan ada jalan untuk kembali pulang.
Jika rindu berpintu, seberapa sering kamu akan mengetuknya untukku?Jika rinduku berpintu, aku akan menutupnya rapat. Bukan tak ingin kamu langsung membukanya, hanya saja aku tak mau orang lain yang melakukannya.Jika rindu berpintu, pastikan yang kamu ketuk adalah pintu yang benar.Jika rindu berpintu, mungkinkah aku akan mudah lapar? Karena berlarian berkali-kali membuakakannya untukmu butuh energi besar.Jika rindu berpintu, mungkin juga setelah itu tidak ada lagi rindu. Hanya bertemu dan bertemu.
Jika rindu berpintu, mau apa kamu?
with love :)Desi
Kamis, 05 September 2013
Penulis:
Unknown
"Ada yang lebih menyukai kopi dari pada aku. Aku pernah memiliki keduanya, dia dan kopi. Kalau sekarang dia sudah tidak lagi di sisiku, apakah aku harus menahan kenangan tentangnya dengan secangkir kopi?"
Rabu, 04 September 2013
Penulis:
Unknown
Song for You :')
Penulis:
Unknown
Tulus __ Teman Hidup
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
I hope you hear this song, empatbelastiga.
with love :')
Desi
Senin, 02 September 2013
Song for You :)
Penulis:
Unknown
Lihat aku di sini
Kau lukai
Hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa
Aku bisa memberikan maaf padamu
Mungkin karena..Cinta..
Kepadamu tulus dari dasar hatiku
Mungkin karena..Aku..
Berharap kau dapat mengerti cintaku
Lihat aku di sini
Bertahan
Walau kau sering menyakiti
Hingga air mataku
Tak dapat menetes dan habis terurai
Meski kau terus sakiti aku
Cinta ini
Akan selalu memaafkan
Dan aku percaya nanti engkau
Mengerti bila cintaku takkan mati
RAMA __ BERTAHAN
with love :)
Desi
Kau lukai
Hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa
Aku bisa memberikan maaf padamu
Mungkin karena..Cinta..
Kepadamu tulus dari dasar hatiku
Mungkin karena..Aku..
Berharap kau dapat mengerti cintaku
Lihat aku di sini
Bertahan
Walau kau sering menyakiti
Hingga air mataku
Tak dapat menetes dan habis terurai
Meski kau terus sakiti aku
Cinta ini
Akan selalu memaafkan
Dan aku percaya nanti engkau
Mengerti bila cintaku takkan mati
RAMA __ BERTAHAN
with love :)
Desi
Penulis:
Unknown
Minggu, 01 September 2013
Mana Aku Tahu
Penulis:
Unknown
Mana aku tahu, bahwa malam saat aku ngilu disengat rindu dan memeluk guling dengan haru, kau di sana bersama kekasih baru.
Mana aku tahu cintamu palsu. Coba kau bilang sejak dulu, mungkin sekarang jiwaku tak akan lebam dihajar pilu.
Mana aku tahu ternyata bagimu semua sama. Aku. Dia. Dia. Dia… Sebenarnya ada berapa wanita yang kau cobai cintanya?
Hatiku melonjak girang setelah mendengar suaramu dari seberang. Mana aku tahu ternyata kau juga habis menelepon dia.
Bertemu sehari, menahan rindu seratus hari. Keberadaanmu cukup bagiku. Mana aku tahu aku seorang belum cukup untukmu.
Hampir mati menahan rindu. Nyaris gila melawan ragu. Kau di sana mengumbar cinta tanpa malu-malu. Mana aku tahu.
Kau kecup mimpiku. Detik itu aku ingin matamu jadi rumahku. Ternyata kau berencana melanjutkan petualanganmu. Mana aku tahu.
Aku mencintai kelebihanmu, mengasihi kekuranganmu. Tapi mungkin belum cukup pantas untuk memeluk hatimu. Mana aku tahu.
Pernahkah aku melintas di khayalmu?
Pernahkah sedetik saja kau sungguh-sungguh merindukanku?
Entahlah. Mana aku tahu.
with love :)
Desi
Aku Bukan Diam, Tapi Melakukannya dengan Tenang
Penulis:
Unknown
Cinta itu sabar dan tenang, tidak terburu-buru dan menggebu
Seperti tetes air yang jatuh di atas batu yang keras
perlahan
sabar dan tenang.
Cinta itu sabar dan tenang, tidak memaksa dan membara
Seperti matahari yang mengirim kehangatan di kala siang, namun tetap mempunyai saat bersembunyi di waktu malam
Agar teriknya tidak menyiksa dan membuat gersang
Dan seperti matahari yang tetap ada hingga pagi kembali menjelang, cinta pun sebenarnya tidak hilang saat memberi waktu dan sedikit ruang
Aku ingin mencintaimu dengan sabar dan tenang
Seperti ombak-ombak kecil yang merendam kakimu di pesisir pantai
Seperti semilir angin yang menerpa wajahmu dengan pelan
Seperti bintang-bintang yang mengawasimu dari kejauhan
Seperti bulan yang menemanimu semalaman
Aku bukan diam, tapi melakukannya dengan tenang
Kau boleh tanya Tuhan betapa berisiknya aku membicarakanmu dalam setiap kesempatan
Dalam doa, sesaat sebelum terlelap, dan kapan pun rindu datang sembarangan
Bukan aku tak berjuang, tapi memberimu sedikit ruang
Bukan menghilang, hanya tak terlihat
Bukan tak peduli, hanya tak menunjukkannya
Mengapa?
Karena aku mencintaimu dengan sabar dan tenang
with love :)
Desi
Letting You Go
Penulis:
Unknown
Bagiku, melepaskanmu tidak pernah mudah. Berkali-kali aku mencoba pergi, tapi rindu selalu menarikku kembali. Tapi aku merasa kali ini beda, bukan aku yang ingin melepaskan diri, tapi kamu yang tak sabar untuk pergi.
Tak apa. Kau tahu tidak, bagi orang yang mencintai, terkadang meninggalkan jauh lebih sulit ketimbang ditinggalkan. Mungkin memang harus seperti ini. Kata orang, cinta adalah tentang menginginkan kebahagiaan orang yang kita cintai, walaupun itu berarti harus melepaskannya pergi. Jika memang demikian, aku tidak apa-apa. Kita berdua toh akan menemukan kebahagiaan kita masing-masing, pada akhirnya.
If this is what you want, so be it. :)
Jangan kuatir tentang aku, pasti akan kutemukan bahagiaku, nanti. Jangan biarkan rayuku menghentikan langkahmu. Aku tidak menangis. Mataku hanya iritasi terkena debu. Jangan acuhkan aku, bahkan jika hatiku yang keras kepala ini merangkak ke rongga kepalaku, mematikan otakku, dan menggerakkan tubuhku untuk berlutut memohon di kakimu, jangan pedulikan aku.
Never mind, I’ll find someone like youI wish nothing but the best for you too“Don’t forget me,” I begged“I’ll remember,” you saidSometimes it lasts in loveBut sometimes it hurts instead… (Adele - Someone Like You)
with love :)
Desi
Tulisan Terakhir
Penulis:
Unknown
Aku bertanya, “Jika rasanya sulit untuk bertahan tapi jauh lebih sulit untuk meninggalkan, apa yang akan kau lakukan?”
Ada yang bilang, “Jika kau rasa ia pantas untuk dipertahankan, tetaplah bertahan.”
Ada yang bilang, “Sudahi saja. Tidak semua hal bisa kau kendalikan. Berpisah selamanya mungkin adalah pilihan terbaik. Untuk kebahagiaan kalian berdua.”
Dan ada juga yang bilang, “Jika kau merasa nyaman, kenapa tidak bertahan? Jika tidak nyaman, tinggalkan. Cinta saja tidak pernah cukup.”
Kalau berada di pelukanmu tidak terasa nyaman, aku tidak akan mungkin rela berputar-putar.
Ratusan hari, nyaris tanpa henti.
Walau serpihan-serpihan harapan mengoyak sadis kakiku setiap hari.
Kalau buatku kau tidak layak dicintai, aku tidak akan membelamu di hadapan dunia. Di tengah-tengah keyakinan orang bahwa sebaiknya kau kutinggalkan saja.
Tapi,
kalau kau bahagia denganku,
tak perlu aku berjuang sekeras ini, tak perlu aku berjalan sejauh ini.
Sendiri.
Hanya untuk menemukan pada akhirnya kaulah yang memilih pergi.
Lucu memang, kaulah yang selama ini memintaku untuk jangan dulu menyerah.
Demi kamu.
Demi kita.
Maka akupun berjuang. Kupertahankan kau sekuat tenaga. Semampuku.
Tapi sekarang kaulah yang ingin menyerah.
Dan aku, aku hanya bisa menerima dengan pasrah.
Ratusan kata yang terkirim sia-sia.
Mungkin langsung kau hapus sebelum kau baca.
Puluhan ungkapan rindu, jiwaku berlutut mengemis di kakimu.
Belasan panggilan yang ditepis.
Dan sekuat tenaga aku menahan tangis.
Kau memintaku untuk berhenti menulis tentangmu.
Bahkan berhenti mencintaimu.
Sebelumnya kau belum pernah begitu.
Kau hanya menganggap perasaan ini murahan dan bodoh.
“Obsesi..”, tuduhmu.
Kalau sudah begini, apapun yang kulakukan untukmu akan sia-sia. Karena terlanjur kau anggap ini bukan cinta.
Ratusan hari dan aku masih bertahan.
Tapi aku sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi sekarang.
Aku hanya ingin kau bahagia.
Dan aku telah gagal membuatmu bahagia.
I don’t give up on someone I love. But I will never stop to learn to let go if they want me to.
Hiduplah dengan bahagia. Dengan sehat dan panjang umur. Temukanlah cinta sejatimu dan bahagialah dengannya.
Ada yang bilang, “Jika kau rasa ia pantas untuk dipertahankan, tetaplah bertahan.”
Ada yang bilang, “Sudahi saja. Tidak semua hal bisa kau kendalikan. Berpisah selamanya mungkin adalah pilihan terbaik. Untuk kebahagiaan kalian berdua.”
Dan ada juga yang bilang, “Jika kau merasa nyaman, kenapa tidak bertahan? Jika tidak nyaman, tinggalkan. Cinta saja tidak pernah cukup.”
Kalau berada di pelukanmu tidak terasa nyaman, aku tidak akan mungkin rela berputar-putar.
Ratusan hari, nyaris tanpa henti.
Walau serpihan-serpihan harapan mengoyak sadis kakiku setiap hari.
Kalau buatku kau tidak layak dicintai, aku tidak akan membelamu di hadapan dunia. Di tengah-tengah keyakinan orang bahwa sebaiknya kau kutinggalkan saja.
Tapi,
kalau kau bahagia denganku,
tak perlu aku berjuang sekeras ini, tak perlu aku berjalan sejauh ini.
Sendiri.
Hanya untuk menemukan pada akhirnya kaulah yang memilih pergi.
Lucu memang, kaulah yang selama ini memintaku untuk jangan dulu menyerah.
Demi kamu.
Demi kita.
Maka akupun berjuang. Kupertahankan kau sekuat tenaga. Semampuku.
Tapi sekarang kaulah yang ingin menyerah.
Dan aku, aku hanya bisa menerima dengan pasrah.
Ratusan kata yang terkirim sia-sia.
Mungkin langsung kau hapus sebelum kau baca.
Puluhan ungkapan rindu, jiwaku berlutut mengemis di kakimu.
Belasan panggilan yang ditepis.
Dan sekuat tenaga aku menahan tangis.
Kau memintaku untuk berhenti menulis tentangmu.
Bahkan berhenti mencintaimu.
Sebelumnya kau belum pernah begitu.
Kau hanya menganggap perasaan ini murahan dan bodoh.
“Obsesi..”, tuduhmu.
Kalau sudah begini, apapun yang kulakukan untukmu akan sia-sia. Karena terlanjur kau anggap ini bukan cinta.
Ratusan hari dan aku masih bertahan.
Tapi aku sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi sekarang.
Aku hanya ingin kau bahagia.
Dan aku telah gagal membuatmu bahagia.
I don’t give up on someone I love. But I will never stop to learn to let go if they want me to.
Hiduplah dengan bahagia. Dengan sehat dan panjang umur. Temukanlah cinta sejatimu dan bahagialah dengannya.
with love :)
Desi
Desi
The Red String of Fate - Untuk yang Datang Tiba-tiba
Penulis:
Unknown
Di dunia ini, aku tidak percaya kebetulan.
Kepercayaan Cina kuno mengatakan, setiap orang punya benang merah tak kasat mata yang mengikat pergelangan kakinya, yang saling menyambung dengan benang merah di pergelangan kaki orang lain. (di kepercayaan Jepang kuno, benang merah ini mengikat kelingking setiap orang dan menyambung dengan benang merah di kelingking orang lain)
Jalinan benang merah itu bisa saja kusut, atau merenggang, tapi ia tak pernah putus. Katanya, jka dua titik sudah ditakdirkan untuk saling berhubungan, Semesta akan menemukan cara agar dua titik tersebut saling bersentuhan. Tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa jauh jarak yang harus ditempuh, atau betapa banyak kejadian-kejadian dalam hidup yang harus dilalui sebelum dua titik itu dipertemukan.
Di dunia ini, aku percaya semua punya maksud dan tujuan, bahkan benda mati sekalipun.
Aku dan kamu, misalnya. Aku percaya kita adalah dua titik yang ditakdirkan Semesta untuk saling berhubungan. Dua hidup yang ditakdirkan untuk saling bersentuhan. Mungkin untuk saling menyembuhkan. Atau bahkan sekedar saling menguatkan dan mengingatkan untuk bertahan. Atau, sekedar untuk membuat hidup satu sama lain sedikit lebih bahagia. Jalan cerita di depan, aku belum tahu. Semesta menyerahkan itu pada kita dan waktu. Aku percaya kamu ada dalam hidupku karena berbagai alasan suci. Semoga salah satu alasan utamanya adalah karena aku tak bisa mengecup keningku sendiri.
Teruntuk yang datang tiba-tiba. Terima kasih telah membuat aku tertawa.
with love :)
Desi
Seharusnya Cinta
Penulis:
Unknown
Kata orang, cinta itu bukan perkara menemukan sosok yang sempurna, melainkan tentang menemukan seseorang yang tetap kita cintai dalam ketidaksempurnaannya.
Seharusnya.
Seharusnya cinta itu jatuh pada orang yang di depannya kita tidak takut untuk tidak sempurna. Seharusnya cinta itu jatuh pada orang yang di hadapannya kita tidak takut untuk berbuat kesalahan. Orang yang di hadapannya kita tidak perlu mati-matian menjadi sempurna setiap waktu, karena kita memang tidak terlahir untuk itu. Tapi apa yang terjadi, bila seorang perempuan tak sempurna mencintai pria tak sempurna yang menginginkan kesempurnaan?
Pria yang dalam ketidaksempurnaannya, perempuan ini mampu merasa cukup. Mampu menemukan keinginannya akan cinta. Keinginan untuk mencintai dan dicintai. Keinginan untuk dimiliki dan kebutuhan untuk memiliki. Setiap saat, sekuat tenaga ia mencoba menjadi sedikit lebih sempurna dari dirinya kemarin. Hanya untuk merasakan diinginkan. Setiap saat, ia takut menjadi salah. Takut kesalahan-kesalahannya membuat sang pria lebih tak mencintainya.
Jauh di lubuk hati, yang ia inginkan sederhana saja. Seseorang yang tetap mencintainya walaupun ia jauh dari kata sempurna. Seseorang yang tetap akan bangga menggenggam tangannya di depan dunia, tak peduli berapa banyak kesalahan-kesalahan yang ia buat dalam hidupnya. Jika ia bisa mencintai orang tak sempurna dengan demikian sempurna, kenapa dia tak pantas dicintai dalam ketidaksempurnaannya? Bukankah seharusnya cinta itu tentang merasa cukup?
Semoga suatu hari, masih ada kesempatan untuk cinta jatuh lagi. Pada saat yang tepat. Pada orang yang tepat. Pada orang tak sempurna yang mampu mencintai ketidaksempurnaannya. Menjalani cinta yang mungkin tidak akan sempurna, sampai tua, berdua saja.
with love :')
Desi
Pulang
Penulis:
Unknown
Aku ingin pulang, Tuhan, jika boleh.
Ke relung peluk di mana hatiku seharusnya hangat meringkuk.
Ke sepasang tatap mata di mana mimpi dan harapan bukan sekedar kata-kata.
Pulang ke rongga dada anak manusia yang baginya aku disebut tulang rusuk.
Aku rindu pulang, Tuhan, jika boleh.
Rindu menemukan rumah yang akan selamanya merengkuh jiwaku dengan ramah.
Rindu menemukan lengan untuk berpegangan tanpa harus merasa takut untuk jatuh atau terhempas. Karena tahu ia akan memelukku dan tak akan dilepas.
Aku rindu pulang, Tuhan, jika boleh.
Rindu menemukan jawaban atas semua pertanyaan.
Rindu menemukan bahwa pada akhirnya ratusan bulir airmata dan serangkaian perjalanan jatuh-bangkit yang melelahkan tidaklah sia-sia.
Aku merindukan rumah.
Rindu menemukan hati di mana aku tahu bahwa aku tercipta untuk ada di sana.
Rumah untuk menua.
Rumah untuk pulang.
with love :)
Desi
Sabtu, 31 Agustus 2013
Penulis:
Unknown
"Inilah aku, menikmati kesendirian. Bermesraan dengan tulisan-tulisanku, dengan karya-karyaku."
Mungkin
Penulis:
Unknown
Mungkin aku butuh rengkuhanmu,
untuk menghentikanku dari pelarian cinta.
Mungkin aku butuh kecupmu di keningku,
untuk menghentikan segala pikirku tentang masa lalu.
Mungkin aku butuh kata cintamu,
untuk menghentikanku bersumpah serapah mengutuk dia yang menyakitiku.
Mungkin aku butuh kehadiranmu,
untuk menghentikanku dari kesendirian yang menyakitkan.
Mungkin hanya aku yang melambungkan harap,
Mungkin.
with love :)
Desi
untuk menghentikanku dari pelarian cinta.
Mungkin aku butuh kecupmu di keningku,
untuk menghentikan segala pikirku tentang masa lalu.
Mungkin aku butuh kata cintamu,
untuk menghentikanku bersumpah serapah mengutuk dia yang menyakitiku.
Mungkin aku butuh kehadiranmu,
untuk menghentikanku dari kesendirian yang menyakitkan.
Mungkin hanya aku yang melambungkan harap,
Mungkin.
with love :)
Desi
(Dalam Kurung)
Penulis:
Unknown
Aku (bukan sepenuhnya) manusia yang dikelompokkan ke dalam gender wanita.
karena aku “bukan sepenuhnya”, aku “setengahnya”.aku setengah dari setiap gender, aku setengah dari kotak-kotaknya.karena aku tak ingin melemah, aku tak ingin dipandang setengah mata.karena aku juga tak setangguh yang dibayangkan, aku juga pernah tersungkur, karena aku juga pernah menangis.
Aku (bukanlah) budak kehidupan dan tuntutan.
karena aku tak menuruti setiap garis hidupku, aku pembual kenyataan.karena aku pernah menyangkal Tuhan, aku pernah mempertanyakan kebahagiaan yang telah Ia janjikan, yang belum aku dapatkan.karena aku pergi dari sebuah keharusan, aku kabur dari zona aman dan nyaman.
Aku (memang) si Pencari Muka.
karena aku ingin selalu bertemu dengan orang-orang baru.karena aku haus akan passion mereka, aku ingin menghisap setiap butir buah pemikiran mereka.
Aku (tidak) sedang sakit.
karena aku bertahan dalam setiap denyut sakitnya, karena aku penyelamat atas diriku sendiri.karena aku ingin menghabiskan hidupku pada hal-hal yang sayang untuk dilewatkan.karena aku mengerti, bahwa sakit adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk mengerti betapa berharganya sebuah kesehatan.
Karena aku bukan siapa-siapa tanpa siapa-siapa.
Karena aku adalah (dalam kurung) dalam perjalanan hidupku sendiri.
Karena aku berani berada di (dalam kurung) untuk waktu yang singkat, ataupun lama.
karena aku bebas di (dalam kurung), aku bebas menjadi apa yang aku inginkan.
with love :)
Desi
Sebaik Apa Kamu?
Penulis:
Unknown
Di jelek-jelekkin orang lain? Udah biasa. Apalagi sama saingan sendiri. Hahaha eeeeeiiiiiiittsss, bukan saingan. No! sama mantannya mantan pacar yang bakalan jadi calon pacar. HAHAHAHA itu sih ngarep namanya. Nggak sih, capek ngarep. Iya kalo yang di harepin bisa jadi nyata. Nah kalo nggak? Nah lho nah lho.
Kadang emang orang lain itu pada hobi nyari benernya sendiri tanpa mau mikir “ah iya, aku juga sih yang salah”. Ya kan? Sebenernya aku juga gitu sih. Gini deh gini, coba di telaah lagi dari awal ya, apa iya kamu “sempurna” sampe bisa ngjudge aku seenak jidatmu yang nonong kaya ikan lohan itu.
Dari awal yang nggak pernah paham gimana sakitnya ngerti mantan udah deket sama orang setelah “beberapa hari” putus siapa? Dari awal yang dengan enaknya ngakak-ngakak tau aku nangis siapa? Dari awal yang merasa paling “WOW”o gombel waktu orang-orang paham kamu deket sama dia siapa? Dari awal yang hobi manas-manasin aku pake acara sok pacaran di depanku siapa? Hahahahakamutaikucinghahaha!
Terus sekarang yang sok merasa bener sendiri siapa? Yang hobi ngjudge aku seenaknya sendiri siapa? Yang hobi nangis dlosor-dlosor siapa? yang selalu nyinyirin aku siapa? hahahakamujugasitaikucinghahaha!
Gini deh, aku terangin ya gimana rasanya jadi aku.
- Waktu aku tau dia deket sama kamu, padahal aku sama dia baru aja putus, gimana rasanya jadi aku? Sakit!
- Waktu aku tau dia smsan sama kamu, tapi dia nggak pernah mau bales sms aku, gimana rasanya? Sakit!
- Waktu aku tau dia sering jalan sama kamu di depan mata aku, gimana rasanya? Sakit!
- Waktu aku deket lagi sama dia, tapi ternyata dia juga deket sama kamu, terus dia lebih milih kamu jadi pacar dia, gimana rasanya jadi aku? Sakit!
- Waktu berkali-kali dia bilang lebih sayang aku dibanding kamu tapi ujung-ujungnya dia lebih milih kamu daripada aku, gimana rasanya jadi aku? Sakit!
- Waktu aku kudu ngorbanin perasaanku, kudu ngalah, kudu nahan egoku buat kamu, gimana rasanya jadi aku? Sakit juga!
Dan sekarang kamu masih bisa bilang kamu nggak pernah bersalah? Kamu masih bilang aku selalu salah. Kamu masih bilang aku orang yang “nggak bener” buat ada disisi dia, sebaik apa kamu sampe kamu bisa ngjudge aku seburuk itu? Oke cuma cerita aja sih.
with love :)
Desi
Sebuah Prolog
Penulis:
Unknown
Kau bisa datang pada hidup seseorang kapan saja.
Tapi saat pergi, kau tak dapat meninggalkannya begitu saja, seseorang pernah berkata seperti itu kepadaku. That is true? Mungkin. Tapi menurutku itu teramat sangat benar. Untuk bisa masuk dalam kehidupan seseorang adalah mudah, tapi bagaimana saat kita ingin meninggalkannya karena sesuatu hal? Mampukah kita pergi dengan catatan yang manis atau malah kecacatan yang membuat hati miris. Sekali lagi kembali pada niatnya.
Dan mari kita bicara tentangku, tentang kisah cintaku. Bukankah kau selalu senang dengan kisah cinta dan kehidupan seseorang? Selalu ingin tau bagaimana caraku menyembuhkan luka pelan-pelan bukan?
Baiklah, mari kita bicara tentang janji-janji yang lebih sering diingkari daripada ditepati. Tentang harapan-harapan yang tak pernah menemukan kepastian. Dan tentang impian yang sering kandas di tengah jalan. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, adakah kesalahan pada diriku saat memperjuangkannya? Atau ini hanya soal kekeliruan dalam memilih siapa yang harus kupercayai dan pantas kuserahkan kepercayaan untuk menjaga perasaan.
Aku ini adalah orang yang mudah percaya, mudah sekali jatuh cinta. Maka lelaki, janganlah bermanis-manis di depanku jika memang engkau tak mau. Kau tak tau bukan, kapan senyummu atau kata-katamu dapat menggetarkan perasaan seseorang. Rayuan ibarat anak panah yang siap dilesakkan, dan bibirmu adalah busurnya. Sekali kau berucap, ia lepas melesat tanpa bisa kau hentikan. Dan bagaimana jika kau terlanjur menancapkan anak panahmu pada hati seseorang yang tak kau harapkan? Bisakah kau hanya sekedar meminta maaf kemudian berkata, “maaf, ini kecelakaan yang tak terduga.” Dan bisakah kata maafmu menghapus bekas luka yang terlanjur tergores di hatinya. Sempatkah kau pikirkan berapa lama ia harus sembuhkan luka sendirian? Relakah kau mengobatinya pelan-pelan? Jika tak mau, maka simpanlah saja ucapanmu. Jangan katakan apapun yang dapat membesarkan hati seseorang. Diam jauh lebih baik untukmu.
Percayalah, disakiti dan menyakiti hanya soal giliran, ini bukan tentang karma. Ini tentang roda kehidupan yang selalu berputar. Suatu saat kau akan merasa senang ketika dikejar. Tapi nanti saat kau berpeluh berbasah-basah mengejar bayang sang pujaan, ingatlah betapa dulu kau juga pernah membuat kalang kabut hidup seseorang.
Itu yang pertama, yang kedua adalah tentang menjadi yang kedua. Bingung kan? Ya sudah, pura-puralah mengerti sampai kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura. Menjadi pilihan kedua selalu tak enak bukan? Saat kau menganggap seseorang adalah segalanya, tapi ia menganggapmu hanya sebagai sebuah opsi pilihan. Bagaimana rasanya? Kecewa? Jelas. Sedih? Pasti. Tapi apa yang bisa kau lakukan selain hanya berusaha membuktikan? Tak ada. Kau hanya perlu berdoa dan berusaha. Itu saja. Berharaplah cinta datang padanya dengan cepat. Hingga kau tak perlu menunggu terlalu lama jawabannya. Atau bagaimana jika kau tegaskan saja padanya, “pilih aku atau dia?” mungkin itu akan memberikan sedikit shock terapy padanya. Betapa ia akan terkejut dengan pendirianmu yang tiba-tiba meminta kepastian setelah sekian lama nyaman dalam zona abu-abu. Ayolah, setiap orang berhak berbahagia. Setiap orang berhak menjadi yang pertama.
Atau mungkin kau masih gamang dengan janji-janji manisnya yang entah kapan akan direalisasikan? Sebetulnya yang menahanmu pergi bukan kasih sayangnya, tetapi keragu-raguanmu dan ketidak yakinanmu bahwa kau akan bahagia tanpa dirinya. Dulu, sebelum ada dirinya hidupmu baik-baik saja bukan. Kehilangan itu memang suatu yang menyakitkan, tapi biasakanlah. Bukankah ada peribahasa, “bisa karena terbiasa.” Begitupun cinta.
Kekecewaan datang karena ekspektasi yang berlebihan. Berharap boleh, tapi jangan terlalu. Menyandarkan kebahagiaan kepada seseorang adalah rentan. Berdoa semoga hati bisa di teguhkan. Karena Tuhan satu-satunya yang tak akan pernah mengecewakan. Lebih bisa membedakan mana yang lebih kau butuhkan, dan mana yang hanya kau inginkan.
With love :)
Desi
Aku Masih Disini
Penulis:
Unknown
Aku masih disini. Menunggumu. Bersama janji yang entah kapan akan kau tepati. Akan membawaku pergi dari sini. Bersamamu. Menempuh hidup baru.
Aku masih disini. Menunggumu. Yang tak jelas kapan akan menampakkan batang hidung. Yang datang dan pergi sesuka hati. Seolah lupa ada hati yang rindu setengah mati.
Aku masih disini. Menunggumu. Menghitung waktu. Dengan kumpulan ceceran kesabaran dan harapan yang ku pungut satu demi satu. Aku tau, tak satupun yang bisa menjamin akhir bahagia bagiku.
Aku masih disini. Menunggumu. Tetap mencintaimu. Walau itu berarti siksa dan sia-sia. Karena mencitaimu serupa membangun istana pasir di bibir pantai berombak.
Aku masih disini. Menunggumu. Berkalang benci. Pun bergulung rindu.
Kamu, datanglah padaku.
with love :)
Desi
Aku Tidak Berhak
Penulis:
Unknown
Enggan melupakan. Bertahan dalam kesakitan. Haruskah terus membiarkan semua kebodohan ini menjadi bagian dalam diriku? Haruskah terus menerus berbohong menyembunyikan luka? Senyum ku pun berubah lara, tiada yang bisa menebak bagaimana perasaan di dalamnya. Hatiku pun menyimpan sebuah rahasia, dan tak ada yang tau apa isinya. Hanya aku, sang pemilik, dan pencipta rasa cinta. Tuhan.
Pernahkah kamu seolah-olah tidak berkata apa-apa, tapi kamu berbicara. Pernahkah kamu seolah-olah tak bergeming, tapi kamu diam dalam hening? Pernahkah kamu seolah-olah jatuh cinta, tapi kamu mati rasa? Pernahkah kamu seolah-olah tertawa bahagia, tapi kamu menahan sakitnya luka?
Ajarkan aku menjadi naif. Senaif dirimu yang berusaha membunuh cinta yang bahkan tidak dapat kamu buat sirna. Senaif dirimu yag masih bisa tertawa bahkan disaat melihatku menitikkan air mata. Atau ajarkan aku menjadi penipu yang berusaha mengganti candamu di tengah kesakitanmu.
Haruskah rindu pada yang bukan milik kita? Tapi yang aku tau, menyayangi seseorang tidak akan pernah salah. Siapapun itu. Hanya saja orang yang disayangi tidak selalu tepat. Aku masih ingin menunggu lebih lama lagi, tapi sadarkah kamu? Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan. Aku masih ingin menjaga perasaan ini lebih lama lagi, tapi bisakah aku hanya berjuang untuk mempertahankan semuanya seorang diri. Lalu kamu dengan sesuka hatimu pergi dan kembali mempermainkan hati? Aku masih ingin membuktikan semua janjimu kalau kita bisa bersama. Tapi sepertinya kamu sudah lupa dengan apa yang kamu ucapkan dulu.
Aku ingin bersamamu, tapi aku tau. Bersama denganmu belum tentu benar. Dan meninggalkanmu belum tentu salah. Karena yang terbaik belum tentu jika kita bersama. Tapi mudahkah ini semua untuk aku lewati? Tidak. Tapi bisakah semua ini aku jalani? Bahkan untuk mencobanya pun aku enggan.
“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah. Dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”
With love :)
Desi
Hanya Jika
Penulis:
Unknown
Jika kau menjadi milikku,
Berlembar-lembar kertas tak akan cukup mencerikan haru biru bahagiaku. Tidak akan pernah cukup untuk menuliskan berbagai rencana bagi aku-kamu di setiap akhir minggu. Melihat kunang-kunang di kaki bukit. Bermain pasir di tepian pantai sampai saat senja menjemput dengan jingganya. Atau kamu yang bermain gitar dan aku menyanyikan lagu kesukaanmu. Sederhana.
Jika kau menjadi milikku,
Maka setiap detik di detakku akan mengeja namamu, berulang-ulang. Menyimpannya di sudut otakku. Merekamnya dalam setiap mimpi di tengah malam. Bahkan sampai saat terbangun kala fajar, namamu kudapati sebagai potongan mimpi indah yang menjelma menjadi sosok nyata.
Jika kau menjadi milikku, sayang…
Mungkin ratusan pelukan tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan rinduku. Sepasang mata yang terus meletak tatap tak akan sanggup untuk mengalihkan pandang. Jika tidak cukup dengan berjalan, maka aku akan berlari, sekencang-kencangnya agar kau tidak terlalu lama menunggu sendirian.
Suatu saat jika kau menjadi milikku,
Kupastikan sepasang mata sendumu akan menolak memproduksi air mata kecuali tentang bahagia. Kujanjikan padamu pelukan hangat saat hujan sedang deras-derasnya. Ketakutanmu akan petir dan kilat juga akan sirna, aku janji. Dan jangan pernah khawatir akan lengan yang menggemuk, kerutan di sudut matamu, atau perut yang mulai membuncit, kau akan tetap menjadi yang tertampan, sayang.
Hanya jika kau menjadi milikku,
Akan kuhabiskan waktu yang lebih dari selamanya, untuk mencintaimu.
If you were mine,
I did be your everything, and you did be the only thing that I would ever need
If you were mine,
I would tell everyone that you are the only one that I could ever want
with love :)
Desi
Penulis:
Unknown
Ada beberapa orang yang terlalu egois minta orang lain buat dengerin dia, tapi dia nggak mau peduli sama seseorang yang lagi butuh dia buat dengerin apa yang lagi di rasa. :)
BERHENTI
Penulis:
Unknown
Kau pernah datang namun tanpa tujuan. Kau pernah pergi tanpa alasan yang pasti. Mencoba menarik ulur hati. Andai, aku melewatkan satu kejadian saat bertemu denganmu. Andai, saat itu aku tidak tersenyum dan membuka sebuah pembicaraan singkat. Namun apalah guna kini aku berandai-andai?
Aku tahu rasa ini salah. Namun kau membiarkan rasa ini tetap tumbuh dan utuh di antara sebuah masalah. Aku pun tahu, aku akan kalah dan menyerah pada akhirnya. Terlalu sakit berada di posisi yang tidak pernah di inginkan.
Aku tidak bisa lebih lama lagi bertahan. Berada di posisi ini sungguh tidak menyenangkan. Aku pun juga ingin merasa nyaman menjaga sebuah perasaan. Aku marah, agar kau mengerti. Aku diam, itupun juga agar kau mengerti. Bahwa meskipun kau tak ku miliki.
Aku tidak bisa selalu menerima semua janji. Janji yang tak pernah terbukti. Aku yakin kamu tahu. Kita telah sama-sama kenyang dengan janji. Dan cinta pun tak pernah berhenti untuk saling melukai.
Aku ingin menjadi sesuatu, sesuatu yang ingin kau kenal. Sampai akhirnya kau ingat di luar kepala, dan kau simpan di dalam hati. Dan aku yang sampai detik ini masih berharap akan kau perjuangkan. Aku ingin menjadi sesuatu yang kau cari, yang kau miliki, dan yang kau pertahankan. Tanpa harus selalu menanti kepastian yang tak pernah ku dapatkan.
Aku memberimu ruang untuk berpikir, tapi tentu saja tidak untuk selamanya. Aku pun memiliki batasan untuk mengharapkanmu. Hanya “kita” yang mampu mempertahankan “kita”. Bukan aku yang pergi meninggalkanmu, kau yang tak pernah memintaku tinggal disini.
Berhenti, mari kita berjalan ke arah berlawanan agar tak perlu lagi saling menemukan. Aku lelah, kita sudahi saja. Semakin sulit aku membedakan mana yang lebih perih, berusaha melupakanmu, atau berpura-pura melupakanmu.
with love :)
Desi
Penulis:
Unknown
Yang aku ingin hanyalah pengertianmu tuk sedikit saja pahami maksudku. yang aku ingin hanyalah agar kau mau sakedar mengerti aku. - agar kau mengerti
Dan Aku Merelakan
Penulis:
Unknown
Saat aku menulis surat ini aku merasa sendiri, aku bertahan mengais sisa sisa harapan yang mungkin memang ada. Rasa yang kamu beri yang aku anggap cinta ternyata salah, ternyata sampah yang tak berarti apapun untukmu. Lalu apa aku yang salah? Atau mungkin aku yang terlalu berharap? Aku rasa tidak, wanita manapun akan luluh jika mendapat perlakuan seperti ini.
Aku lelah, aku rapuh dan aku terjatuh lalu terperangkap disini, di sudut hatimu yang mungkin sama sekali tidak akan pernah terjamah olehmu. Logikaku menodongku dengan pertanyaan “mengapa kamu tidak pergi dan mencoba dengan dia yang mencintaimu?”. Saat orang lain memaksaku moveon dan melupakan, tapi hatiku justru berkata untuk tinggal dan bertahan. Kenapa? Karena kamu.
Saat aku mulai berani, saat aku mencoba pergi, kamu berkata rindu, kamu berikan semua harapan itu. Aku pun kembali membalik arah, kembali kesudut hatimu itu. Jangan pernah tanyakan apa yang aku rasakan di tempat itu, karena hatimu tidak akan pernah bisa ber empati dengan rasa ini.
Saat kamu patah hati lalu jatuh cinta hingga kamu patah hati lagi, pernahkah kamu berpikir ada aku disini? Aku bukan patung yang mati rasa atas semuanya. Aku punya cinta, aku punya luka, aku pernah tertawa dan tak jarang aku menangis, semua itu karena kamu. Dan sekarang mugkin saatnya aku memberi bahagia pada diriku, menghargai diriku sendiri, aku lelah mengemis, aku lelah mengiba, dan aku lelah mengais harapan itu.
Ya, aku harus pergi, aku harus berani melangkah. Mungkin hanya ini caraku walaupun sulit, walaupun sakit, tapi aku pasti bisa karena aku pantas bahagia. Aku harus merelakan dan aku harus melepaskan, mungkin aku pecundang, tapi setidaknya aku akan menjadi pahlawan untuk diriku sendiri.
Dan kamu, semoga kamu dapat tersenyum dengan pilihanmu kelak, dan aku tidak pernah ingin kamu menyesal setelah kamu sadar jika aku tak ada lagi untukmu. Mungkin aku terluka karenamu, tapi aku tidak pernah membencimu. Rasa ini masih dan akan tetap sama seperti hari-hari kemarin, hari ini, esok dan seterusnya. Walaupun aku jauh, aku masih ingin senyum itu.
with love :)
Desi
Langganan:
Komentar (Atom)


