Aku ingin pulang, Tuhan, jika boleh.
Ke relung peluk di mana hatiku seharusnya hangat meringkuk.
Ke sepasang tatap mata di mana mimpi dan harapan bukan sekedar kata-kata.
Pulang ke rongga dada anak manusia yang baginya aku disebut tulang rusuk.
Aku rindu pulang, Tuhan, jika boleh.
Rindu menemukan rumah yang akan selamanya merengkuh jiwaku dengan ramah.
Rindu menemukan lengan untuk berpegangan tanpa harus merasa takut untuk jatuh atau terhempas. Karena tahu ia akan memelukku dan tak akan dilepas.
Aku rindu pulang, Tuhan, jika boleh.
Rindu menemukan jawaban atas semua pertanyaan.
Rindu menemukan bahwa pada akhirnya ratusan bulir airmata dan serangkaian perjalanan jatuh-bangkit yang melelahkan tidaklah sia-sia.
Aku merindukan rumah.
Rindu menemukan hati di mana aku tahu bahwa aku tercipta untuk ada di sana.
Rumah untuk menua.
Rumah untuk pulang.
with love :)
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar