welcome

Senin, 07 Desember 2015

My Dreams Come True

Mungkin postingan ini bakalan agak kontras dengan yang sebelumnya, dimana Desi yang sering dibilang galau melulu itu sudah menikah. Iya, saya sudah menikah 2 Mei 2015 lalu. Mulai saat itulah saya mengamati banyak teman-teman ingin segera menikah di usia muda.

Di zaman sekarang ini, banyak lho anak ABG yang ingin menikah bahagia di usia 20an. Memangnya mereka yakin mau menikah muda? Yakin mau urus rumah tangga? Ga mau nikmatin masa muda aja dulu? Saya mau cerita sedikit tentang keputusan menikah yang terbilang cepat ini. Oktober 2014 saya baru saja resmi menjadi lulusan DIII Kebidanan. Jujur setelah lulus boro-boro mau segera menikah, pacar saja tidak punya. Target menikah saya adalah di usia 28 tahun. Saya ingin melanjutkan S1 setelah itu bekerja 1 sampai 2 tahun kemudian baru bolehlah menikah. Niat tidak ingin menikah dulu menjadi sangat kuat ketika bapak dan ibu saya memutuskan berpisah sekitar sebulan setelah saya lulus. Hati saya hancur, pikiran kacau, dan hanya adik dan ibu saya yang ada dalam pikiran. Saya ingin bekerja setidaknya membantu sedikit beban ibu, apalah daya saya cuma punya ijazah DIII Kebidanan (saat itu belum punya STR ataupun sertifikat kompetensi), yang kalau bekerjapun gajinya ga akan cukup membantu. Ibu saya melarang saya bekerja dulu, beliau menyarankan saya untuk ikut pelatihan dan mendapatkan sertifikat kompetensi. Kepikiran juga soal biayanya yang tidak murah. Waktu itu saya sudah kenal dengan Aa, hanya saja saya belum berani menceritakan masalah ini dan semuanya.

Lama-lama kami cukup dekat dan kami memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Entah mengapa saya mengiyakan. Entah mengapa saya setuju. Entah mengapa saya juga mencintainya. Mungkin saya orang yang beruntung. Rezeki tiba-tiba mendekat. Ya, jodoh itu rezeki juga kan. Pada akhirnya saya memberanikan diri untuk menceritakan perpisahan bapak dan ibu karena jujur sekali saya sudah tidak tahan menghadapinya sendirian meskipun dalam hati takut kalau Aa akan membatalkan pernikahan. Tidak, dia sama sekali tidak melakukannya. Dia terus memintaku untuk sabar dan jangan lupa untuk mendoakan kedua orang tua.

Kamu adalah hal yang paling hebat dan aku senang Tuhan memberikannya cepat. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar