welcome

Senin, 14 Januari 2013

Menyelamatkan Masa Lalu



Dua setengah tahun berlalu, pada akhirnya aku merelakan si Atractive di sisimu dan bukan aku, si Interesting, katamu. Mungkin aku makhluk tolol yang karena masih mau berada di samping orang yang telah memilih orang lain di hatinya. Mungkin hanya seperempat hati yang kau sisakan untukku, selebihnya untuk dia yang awal mulanya sangat kubenci entah mengapa. Mungkin karena dia terlalu dekat dan kau memperlakukan aku hampir sama seperti dia hingga aku bertanya, “Pacarmu itu aku atau dia? Atau dua-duanya?? Kamu pilih siapa?? Aku atau dia?”. Aku cemburu. Dan aku amat membencinya, dia si Atractive yang kau pilih entah atas dasar apa karena faktanya dia meninggalkanmu begitu saja. Kalau boleh aku pasti akan menamparnya, dia sangat bodoh karena meninggalkanmu. 

Mas, aku masih boleh sering-sering merindu?? Masih bolehkah aku menyebut namamu?? Nyatanya caraku untuk tetap mengingatmu masih tetap sama, Mas, masih selalu mengundang gerimis dalam pelupuk mataku. Ice cream, kopi, gerimis, jemblem isi keju, strawberry sunshine, si silver, lowo, semangka, monster, mars, aku tak pernah bisa lupa karena mereka dan aku adalah kita. Mas, aku tak tau kepada siapa aku harus mengadu segala keluh kesahku, semua bahkan tak lagi cukup kuungkap lewat kata. Semua tak lagi sama, Mas. Semua lebih sering tumpah sebagai air mata ketimbang kata-kata. Semua terasa berat tanpa “semangka” yang biasa kamu berikan untuk “arek ilikmu”. Kenapa kau pergi lebih dulu sebelum aku benar-benar menyelesaikan semuanya, Mas? Apa kamu benar-benar sudah menganggapku dewasa seperti yang terakhir kamu katakan waktu itu? Maaf jika air mataku memperlambat langkahmu menuju surga. Andainya Tuhan tidak memelukmu lebih dulu, mungkin aku bisa melihatmu bersanding dengan wanita pilihanmu, siapapun itu. 

#basah kertas folioku oleh sebab air mataku jatuh lebih dulu
14012013

with love :')
Desi 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar