Dua setengah tahun
berlalu, pada akhirnya aku merelakan si Atractive di sisimu dan bukan aku, si
Interesting, katamu. Mungkin aku makhluk tolol yang karena masih mau berada di
samping orang yang telah memilih orang lain di hatinya. Mungkin hanya
seperempat hati yang kau sisakan untukku, selebihnya untuk dia yang awal
mulanya sangat kubenci entah mengapa. Mungkin karena dia terlalu dekat dan kau
memperlakukan aku hampir sama seperti dia hingga aku bertanya, “Pacarmu itu aku
atau dia? Atau dua-duanya?? Kamu pilih siapa?? Aku atau dia?”. Aku cemburu. Dan
aku amat membencinya, dia si Atractive yang kau pilih entah atas dasar apa
karena faktanya dia meninggalkanmu begitu saja. Kalau boleh aku pasti akan
menamparnya, dia sangat bodoh karena meninggalkanmu.
Mas, aku masih boleh
sering-sering merindu?? Masih bolehkah aku menyebut namamu?? Nyatanya caraku
untuk tetap mengingatmu masih tetap sama, Mas, masih selalu mengundang gerimis
dalam pelupuk mataku. Ice cream, kopi, gerimis, jemblem isi keju, strawberry sunshine,
si silver, lowo, semangka, monster, mars, aku tak pernah bisa lupa karena
mereka dan aku adalah kita. Mas, aku tak tau kepada siapa aku harus mengadu
segala keluh kesahku, semua bahkan tak lagi cukup kuungkap lewat kata. Semua
tak lagi sama, Mas. Semua lebih sering tumpah sebagai air mata ketimbang
kata-kata. Semua terasa berat tanpa “semangka” yang biasa kamu berikan untuk
“arek ilikmu”. Kenapa kau pergi lebih dulu sebelum aku benar-benar
menyelesaikan semuanya, Mas? Apa kamu benar-benar sudah menganggapku dewasa
seperti yang terakhir kamu katakan waktu itu? Maaf jika air mataku memperlambat
langkahmu menuju surga. Andainya Tuhan tidak memelukmu lebih dulu, mungkin aku
bisa melihatmu bersanding dengan wanita pilihanmu, siapapun itu.
#basah kertas folioku
oleh sebab air mataku jatuh lebih dulu
14012013
with love :')
Desi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar