welcome

Jumat, 18 Januari 2013

Jeritan Hati


Aku kembali tercekal oleh kata-kata yang dangkal. Terhenti pada pekik yang datar. Di sini orasi tidak dibutuhkan lagi. Sejuta argumentasi hanya akan membasi oleh fantasi yang menurutnya amat berarti. Tapi mereka tidak peduli bahkan mengerti, bahwa menumbuhkan satu berarti membunuh seribu.
Lalu apakah kebebasan tidak akan sama dengan  nina bobok bunda waktu kita kecil? Atau memang kita tidak pernah merasa kecil sebelumnya? Lupa? Tiba-tiba menjadi dewasa dan  penguasa? Apa penguasa itu segala-galanya? Bagiku iya, segalanya dalam mematikan apa yang semestinya aku bisa. Hingga aku berlari pada cangkir kedua, ketiga, sampai entah keberapa aku lupa. Bahkan toilet masih menjadi tokoh paling mengerti di sini. Dan kertas folio bergaris masih tetap beku di atas meja tulis bersampingan dengan penggaris.

Aku bukan robot, tapi aku manusia. Manusia yang akan terus merusak atau mengubah sistem yang tak bisa lagi masuk logika. Juga manusia yang akan tetap diam karena tidak ada pilihan lain kecuali mulai, mulai bingung dengan segala kondisi dan status adaptasi. Seringkali aku melangkah jauh dari rel, bukan maksudku untuk keluar, tapi mencari jalan pintas yang arahnya tetap ke tujuan yang sama. Lalu tertawa mengiringiku, terselip cemoohan dan umpatan kecil. Aku salah?? Pada bagian mana??

Aku masih manusia tolol yang dikendalikan sistem yang bahkan lupa bagaimana cara tertawa. Manusia dalam senyum yang mahal, manusia yang tak lagi tersenyum otomatis, manusia yang dibuat dewasa sebelum waktunya dan mungkin manusia yang takut memublikasikan identitasnya. Hingga aku mulai berpikir, apakah ini adalah masa dimana aku tidak melompat dan berlari bahkan ketika sudah berlari sekencang ini?


Aku mungkin sedikit frustasi
With love :’)
Desi

Senin, 14 Januari 2013

Menyelamatkan Masa Lalu



Dua setengah tahun berlalu, pada akhirnya aku merelakan si Atractive di sisimu dan bukan aku, si Interesting, katamu. Mungkin aku makhluk tolol yang karena masih mau berada di samping orang yang telah memilih orang lain di hatinya. Mungkin hanya seperempat hati yang kau sisakan untukku, selebihnya untuk dia yang awal mulanya sangat kubenci entah mengapa. Mungkin karena dia terlalu dekat dan kau memperlakukan aku hampir sama seperti dia hingga aku bertanya, “Pacarmu itu aku atau dia? Atau dua-duanya?? Kamu pilih siapa?? Aku atau dia?”. Aku cemburu. Dan aku amat membencinya, dia si Atractive yang kau pilih entah atas dasar apa karena faktanya dia meninggalkanmu begitu saja. Kalau boleh aku pasti akan menamparnya, dia sangat bodoh karena meninggalkanmu. 

Mas, aku masih boleh sering-sering merindu?? Masih bolehkah aku menyebut namamu?? Nyatanya caraku untuk tetap mengingatmu masih tetap sama, Mas, masih selalu mengundang gerimis dalam pelupuk mataku. Ice cream, kopi, gerimis, jemblem isi keju, strawberry sunshine, si silver, lowo, semangka, monster, mars, aku tak pernah bisa lupa karena mereka dan aku adalah kita. Mas, aku tak tau kepada siapa aku harus mengadu segala keluh kesahku, semua bahkan tak lagi cukup kuungkap lewat kata. Semua tak lagi sama, Mas. Semua lebih sering tumpah sebagai air mata ketimbang kata-kata. Semua terasa berat tanpa “semangka” yang biasa kamu berikan untuk “arek ilikmu”. Kenapa kau pergi lebih dulu sebelum aku benar-benar menyelesaikan semuanya, Mas? Apa kamu benar-benar sudah menganggapku dewasa seperti yang terakhir kamu katakan waktu itu? Maaf jika air mataku memperlambat langkahmu menuju surga. Andainya Tuhan tidak memelukmu lebih dulu, mungkin aku bisa melihatmu bersanding dengan wanita pilihanmu, siapapun itu. 

#basah kertas folioku oleh sebab air mataku jatuh lebih dulu
14012013

with love :')
Desi 



Minggu, 06 Januari 2013

DARK CHOCOLATE

3 Maret 2012 
"Aku ingin bertemu seseorang sebelum tanggal 11 April 2013"
"Kenapa? Kenapa dengan 11 April 2013?"
"Kadaluwarsa si Dark Chocolate"
Kamu hanya tersenyum, dan selalu saja aku terpeleset dalam senyumanmu.

5 Maret 2012 06.05 di depan rumahmu,
"Dark Chocolate", kataku sambil menyodorkan sebatang dark chocolate.
Lagi-lagi kamu hanya tersenyum dan kau hanya berucap terimakasih.

5 Maret 2012 07.10 di kost,
Handphoneku berbunyi dan benar saja, pesan darimu.
" Terimakasih dark chocolate-nya, akan aku simpan sampai kadaluwarsa :)"

Seminggu kemudian,
Aku benar-benar ingin mencubitmu saat kamu mengirimku pesan ini.
"Aku lagi di bus, aku kelaperan. Di tasku ada coklat darimu, setan suruh makan, malaikat juga :("

4 jam kemudian...
"Gimana, uda dimakan coklatnya?"
"Belum" 

Dan sampai saat ini, aku masih tidak tau apakah dark chocolate itu masih kamu simpan atau sudah kamu makan. :')

dear you, 230987-261112 
Andainya Tuhan tidak memelukmu lebih dulu 

with love :)
Desi

Rabu, 02 Januari 2013

Tanpa judul


Kauminta aku menulis cinta
Aku tak tahu huruf apa yang pertama dan seterusnya
Kubolak-balik seluruh abjad
Kata-kata yang cacat yang kudapat

Jangan lagi minta aku menulis cinta
Huruf-hurufku, kau tahu,
bahkan tak cukup untuk namamu

Sebab cinta adalah kau, yang tak mampu kusebut
kecuali dengan denyut

with love :)
Desi

Jangan Anggap Dia Berbeda :’)


Apa kau benar benar akan mencintai dengan setulus hati
kepada pasanganmu yang punya tapi seolah tak punya kaki
Hingga sulit baginya untuk melangkah walau hanya satu langkah
dan akhirnya ia akan jatuh terperangah

Apakah kau akan menggendongnya
atau justru hanya melihatnya begitu saja
aaat ia kehilangan tongkat
yang membuatnya tetap melangkah hebat

Apakah mulutmu akan menganga
ketika kau lihat dia kehabisan nafas
lantaran ruang napasnya yang tak lagi pas
atau kau justru diam memaku

Apakah kau akan menamparnya
lantaran dia sering dengan sifat monsternya
ketimbang sifat ibu peri dalam dunia dongeng entah apa namanya
atau kau akan memeluknya dan meyakinkan
bahwa semua akan baik-baik saja

Apakah kau juga akan ikut berteriak memekik
kala ia menjerit kesakitan
oleh karena ganglion di sepanjang ruas tulang belakangnya
ingin segera dibebaskan

Apakah kau akan menceraikannya
lantaran frekuensi secsio caesarea lebih tinggi padanya
oleh karena distosia akibat kesempitan panggulnya
dan kau berpikir akan membuang uangmu
jerih payahmu begitu saja

Apakah kau memeluk hangat tubuhnya
tatkala gerimis  kecil sering turun dari kedua sudut matanya
ataukah kau memilih berlalu
dan berkata membodoh-bodohkan
seolah kau pura-pura tak paham

Apakah kau juga akan menyukai punggung ular miliknya
sama seperti kau menyukai paras cantik yang ia punya
ataukah bertingkah tak waras seperti mereka
yang tak pernah tau apa-apa

Apakah ia berdosa
Apakah ia tak punya hak yang sama
Jelaskan padaku apa yang membuatnya berbeda
dan aku akan menutup telinga
ia tak pernah berbeda
nyatanya di mataku dia makhluk yang istimewa
sampai jongkok saja tidak diperbolehkan oleh dokternya


Gerimis, aku menangis.
21:15
02012013

With love :’)
Desi 

Handphone?


Dinginnya malam
pernah kulewati bersamamu
menjamah suaramu
mendengar tawa renyahmu

Tubuhnya yang tipis
membuatku meringis
pernah juga menangis
karena mendengar ceritamu
sebab tak kunjung kaujawab tanyaku

Aku mengenalmu
karena benda tak bernapas itu
aku mencumbu
cemburu
ngilu
karena mulai mencintaimu

Tak terdengar lagi suara merdumu
yang mengantar tidurku

Dari situ
suaramu mampu getarkan hati
lalu hempaskan harapan mati

Handphone-ku
sudah kubuang
begitu juga bayangmu yang terus menjenjang

Aku bisa mencintaimu
tanpa pernah melihat wajahmu
juga tanpa embel-embel menggenggam jemarimu

02012013
with love :)
Desi

Aku Ingin Memelukmu :')


Aku ingin memelukmu
Walau rengkuhan jarak itu tak pernah mengizinkan kita bertemu

Aku ingin memelukmu
Walau jemari kita belum saling menggenggam sampai detik ini

Aku ingin memelukmu
Walau kita belum saling tahu dan bertemu

Aku ingin memelukmu
Walau tinggi badanmu jauh diatasku

Aku ingin memelukmu
Saat kamu kelelahan menjalani riuhnya aktivitas
Saat kamu rapuh dan menangis
Saat kamu merasa bahwa dunia terlalu keras untuk kau jalani sendiri
Saat kamu mengira tak seorangpun yang peduli pada perasaanmu

Aku ingin memelukmu
Saat pertama kali aku membuka mata dari tidur lelapku
Saat hanya kamu yang kulihat dibangun pagi hariku

Aku ingin memelukmu
Di bawah hangatnya sinar mentari pagi
Di bawah teriknya surya yang meradang garang
Di bawah redupnya matahari kala senja
Di bawah sinar rembulan dengan hiasan bintang dilangitnya

Aku ingin memelukmu
Saat angin dengan nakalnya menggelitikmu dan meniup lembut rambutmu

Aku ingin memelukmu
Saat rindu mengganggu laju kerja otak dan hatimu

Aku ingin memelukmu
Saat langit sedang menenun benang-benang hujan
Lalu kita saling berpeluk dibawah deras rindunya
Hanya berpayung rambut basah dengan balutan senyum bahagia
Sungguh, aku mencintaimu

Aku ingin memelukmu, sampai Tuhan memeluk kita :)


02012013
Dear you, entah siapa yang ada di sana
with love :)
Desi

Caraku Diam Mencintaimu

Mataku tak benar-benar melihat kalau tidak melihatmu 
Otakku tak benar-benar berpikir kalau tidak memikirkanmu
Aku bisa menyentuhmu
walau hanya dengan menyentuh kaca jendela dengan jari telunjukku
aku bisa terus mencintaimu
dengan caraku sendiri
dengan kerahasiaanku sendiri
dengan sisi gelapku sendiri
Aku bisa mencintamu
walau hanya dari balik kaca jendela 
Seberapa sulitkah seseorang bisa mencintai dengan perasaan yang bebas?
Tanpa dikekang oleh rasa takut
Tanpa dikekang oleh rasa gengsi yang menjadikannya mati
Sayangnya
Aku disini
disudut yang tak kau ketahui



02012013
with love :)
Desi

(Sepertinya) Aku Makhluk Menyedihkan



Entah bagaimana mulanya aku jadi punya image “wanita yang mencintai banyak pria dalam satu musim” dengan kata lain aku adalah orang yang gagal. Gagal? Aku gagal mempertahankan cinta, kata mereka. Aku terkesan playgirl dan seolah menganggap cinta itu hangat-hangat tahi ayam.Baiklah biar kujelaskan sejelas jelasnya. Aku jelas tidak akan menyamakan cinta dan hangatnya tahi ayam. Begini, bermula  dari aku berpikir bahwa aku benar-benar wanita, kupikir wanita itu sangat tabu untuk mengejar cinta. Jadi aku lebih memilih untuk menunggu berapa lamapun yang Tuhan kehendaki untuk takdirku. Nyatanya dalam waktu tunggu itu tak pernah sekosong yang kubayangkan, tak sebersih yang kupikirkan. Banyak yang berperan menumpahkan warna di sana, biru bahkan abu-abu. Bahkan dengan mereka yang belum pernah kutatap bening kedua matanya. Yang terjadi justru carut marut antara pikiran dan perasaan. Betapa tidak, satu persatu datang dan kemudian berlalu, berkelebat di depanku. Bukankah dalam menjalin sebuah hubungan selalu ada penjajakan. Nah, menyedihkannya aku selalu berakhir di fase ini. Fase mengenal dan perkenalan. Mungkin lebih ke antara perkenalan dan keseriusan. Bukan salah siapa-siapa, bukan salahmu juga. Memang ketidakcocokan itu adalah hal yang wajar. Aku juga tidak bisa memaksa orang lain suka, dan aku tidak bisa memaksa juga jika aku memang tidak suka.

Tak pernah sama sekali terlintas dalam pikiranku untuk beradegan sebagai “pemain“, di sini aku hanya pemeran dan memerankan dinamika cerita tanpa skenario yang tak pernah kutau ujung dari ceritanya. Justru aku sangat merasa dipermainkan di sini. Apa salahku? Sampai Tuhan seakan menghukumku dengan kekecewaan yang luar biasa. Kecewa, hal yang amat biasa kutelan dengan mentah dan getahnya.
Mungkin tuhan memang sedang punya rencana yang jelas-jelas jauh dari akal yang kupunya. Barangkali Tuhan memintaku untuk lebih sabar menunggu. “Nanti kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik dan lebih baik lagi”. Kurasa setiap kata TIDAK yang Tuhan katakan hanyalah wujud kebahagiaan yang tertunda.

Aku sering bertanya pada diriku sendiri, siapa aku ini? Pertanyaan ini masih belum memiliki jawaban. Seringkali aku tersenyum kecut saat menanyakannya dalam hati. Karena semakin aku mencari-cari aku justru mendapati diri yang bukan diriku lagi. Dalam suatu waktu aku bisa menjadi seorang putri, dalam satu waktu lagi aku berubah menjadi wanita yang sama sekali tidak butuh pertolongan, kadang berubah menjadi monster yang mengerikan. Katakan, makhluk macam apa dirimu ini? Menyedihkan.

02012013
Aku mendapat tamparan di awal tahun
Pria yang mudah berkata kata, bisa saja membuatmu jatuh cinta :')
Dan...
Kau pergi ketika semua sudah tertata rapi, ketika peran mimpi dan nyata mulai berganti