welcome

Senin, 04 Januari 2016

Ketika Belum Ingin dan Diinginkan

Setiap orang pasti punya relationship goals, entah menikah, punya anak, atau hidup bahagia layaknya pangeran dan putri dalam dongeng. Setiap manusia pasti ingin mengakhiri masa sendiri dan bahagia dengan  berkomitmen. Namun itu semua ada waktunya, pun setiap orang tidak sama. Ada yang diberikan jodoh begitu cepat ada pula yang harus lebih sabar menunggu. Ada yang sudah ingin, tapi belum diinginkan. Ada yang belum ingin, tapi sudah diinginkan. Ada yang sudah ingin dan diinginkan, inilah yang membahagiakan.

Lalu bagaimana jika kita belum ingin ataupun diinginkan? Ya usaha. Berusahalah agar kamu diinginkan. Tak perlu menyodorkan diri kepada lawan jenis. Tak perlu mempersolek diri agar terlihat cantik sebab cantik itu relatif. Jadilah apa adanya, itu penting. Lakukan hal yang berkelas seperti menyibukkan diri, memperpantas diri, dan yang terpenting berbahagialah. Kesendirian juga harus dinikmati :)
Serius. Kesendirian memang harus dinikmati. Tak perlu larut dalam kesedihan karena masalah jodoh. Hey, kamu bukan detergen! Tuhan sudah mengatur, percayalah. Konsep jodoh itu misterius, aneh, absurd, dan agak membingungkan. Kamu yang ragu jadi diyakinkan, yang yakin justru diragukan. Yang jauh didekatkan, yang dekat bisa saja dijauhkan karena memang bukan jodoh. Yang benci banget tau-tau jadi cinta banget, yang bukan tipenya tapi suka suka aja (kayak aku :p).

Aku juga pernah melewati fase belum ingin dan diinginkan. Rasanya biasa saja karena memang belum begitu kepikiran untuk kesana. Rasanya masih jauh.
“Nya, kayaknya aku nikahnya usia 28 tahunan deh”
“Ga kelamaan??”
“Enggak, uda aku itung. Mateng.”

Besok paginya…
“Nya, kayaknya aku nikah deh tahun depan.”
“…………..”
Lalu menikahlah seorang Desi di usia 22 tahun :))


Aku pernah bahagia pacaran
Aku pernah bahagia sendirian
Sekarang aku bahagia berkomitmen 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar