Setiap orang pasti punya relationship goals, entah menikah, punya
anak, atau hidup bahagia layaknya pangeran dan putri dalam dongeng. Setiap
manusia pasti ingin mengakhiri masa sendiri dan bahagia dengan berkomitmen. Namun itu semua ada waktunya,
pun setiap orang tidak sama. Ada yang diberikan jodoh begitu cepat ada pula
yang harus lebih sabar menunggu. Ada yang sudah ingin, tapi belum diinginkan.
Ada yang belum ingin, tapi sudah diinginkan. Ada yang sudah ingin dan diinginkan,
inilah yang membahagiakan.
Lalu bagaimana jika kita belum
ingin ataupun diinginkan? Ya usaha. Berusahalah agar kamu diinginkan. Tak perlu
menyodorkan diri kepada lawan jenis. Tak perlu mempersolek diri agar terlihat
cantik sebab cantik itu relatif. Jadilah apa adanya, itu penting. Lakukan hal
yang berkelas seperti menyibukkan diri, memperpantas diri, dan yang terpenting
berbahagialah. Kesendirian juga harus dinikmati :)
Serius. Kesendirian memang
harus dinikmati. Tak perlu larut dalam kesedihan karena masalah jodoh. Hey,
kamu bukan detergen! Tuhan sudah mengatur, percayalah. Konsep jodoh itu
misterius, aneh, absurd, dan agak membingungkan. Kamu yang ragu jadi
diyakinkan, yang yakin justru diragukan. Yang jauh didekatkan, yang dekat bisa
saja dijauhkan karena memang bukan jodoh. Yang benci banget tau-tau jadi cinta
banget, yang bukan tipenya tapi suka suka aja (kayak aku :p).
Aku juga pernah melewati fase
belum ingin dan diinginkan. Rasanya biasa saja karena memang belum begitu
kepikiran untuk kesana. Rasanya masih jauh.
“Nya, kayaknya aku nikahnya
usia 28 tahunan deh”
“Ga kelamaan??”
“Enggak, uda aku itung.
Mateng.”
Besok
paginya…
“Nya, kayaknya aku nikah deh
tahun depan.”
“…………..”
Lalu
menikahlah seorang Desi di usia 22 tahun :))
Aku pernah bahagia pacaran
Aku pernah bahagia sendirian
Sekarang aku bahagia berkomitmen