Hari-hariku semakin berantakan. Entahlah,mungkin karena pikiranku yang mulai kalut,andai saja...
Ya Tuhan,entah sampai kapan khayalan ini akan terhapus oleh kenyataan yang manis. Terkadang aku bertanya-tanya,kenapa engkau mengujiku dengan air mata?
UJIAN NASIONAL SEBENTAR LAGI. Kini saatnya aku bangkit. Satu hal yang membuatku sedih,saat air mata itu terpaksa jatuh dari bola matanya namun tiada seorangpun mampu menghapusnya.
Hidup sulit kumengerti. Sama seperti saat aku menjadi diri orang lain. Saat aku terus mengejar ambisi tiada henti,namun tiada aksi.
Rasanya sulit sekali membuat hidup penuh dengan warna. Betapa tidak,hariku hanya dipenuhi kelabu. Butuh warna yang berani untuk menghapus kelabu. Ya Tuhan bisakah aku mendapatkan si merah itu?
Tuhan,hadirkan matahari untuk sinari hariku,agar aku bisa melihat segalanya karena cahaya itu. Mentari hangatkan kalbuku. Menguraikan tetes cinta menjadi warna-warna istimewa.
Tuhan,bila memang ini bukan jalanku,maka berikan jalan terbaik bagiku. Meski hatiku yang harus menanggunggnya. Aku yakin Tuhan,ketentuanmu jauh lebih indah dari keinginanku,bahkan mimpi-mimpiku. Satu hal,aku ingin melukiskan senyuman di wajah ibuku. Hanya itu yang ku bisa. Tak ada yang bisa ku lakukan selain membuatnya bangga. Aku tahu ini takkan cukup menebus segalanya yang telah beliau berikan. Jadi tuhan mudahkanlah segalanya,bantu aku dan mereka mewujudkan mimpi-mimpinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar