Banyak hal yang ingin tersampaikan,namun tak sempat. Sebab terlalu banyak pula yang ingin kupendam. Entah mengapa.
Aku ingin diam,tapi kata-kata itu selalu ingin muncul dan ingin disebut. Akupun tak tahu entah mengapa?
Seperti kabut yang gemar menghalangi pandanganku tentang sebuah arti. Arti yang sangat luas bagi siapa saja yang memilikinya. Mungkin kata itu tak akan lagi terucap seiring sirnanya apa yang pernah singgah di kalbuku.
Demi Tuhan pencipta semesta alam,aku rela bila aku tak bisa mendapatkannya. Tapi apalah arti sebuah sia-sia,patah arang,dan putus asa bila aku masih bisa memakai tombak dan parang untuk berlari mengejar mimpi-mimpi yang tiada pernah menepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar