welcome

Jumat, 06 September 2013

Rindu Berpintu

Rindu telah menarikku masuk ke dalam dimensi imajinasi. Berandai-andai membuhuh sepi. Tampaknya ia telah lelah berteriak dalam jarak. Otakku kini penuh dengan kata “seandainya”, “kalau” dan “jika”, seolah sedang menetang titah raja kehidupan. Semoga ada ampun untukku. Aku hanya mencoba mencari hiburan.
Rindu adalah ruang yang panjang, dan kita ada di masing-masing ujungnya. Terpisah tapi tak benar-benar terpisah. Masih berada dalam satu ruang yang sama, cinta.
Rindu itu tak bersekat, tak berpintu, juga tak berjendela. Tapi bukan berarti itu akan menjadi lebih mudah. Mau lewat mana?
Aku selalu membayangkan, rindu kita berpintu. Dengan kamu mengetuknya, aku akan tahu seberapa besar kamu merindu. Dan yang pasti, akan ada jalan untuk kembali pulang.
Jika rindu berpintu, seberapa sering kamu akan mengetuknya untukku?
Jika rinduku berpintu, aku akan menutupnya rapat. Bukan tak ingin kamu langsung membukanya, hanya saja aku tak mau orang lain yang melakukannya.
Jika rindu berpintu, pastikan yang kamu ketuk adalah pintu yang benar.
Jika rindu berpintu, mungkinkah aku akan mudah lapar? Karena berlarian berkali-kali membuakakannya untukmu butuh energi besar.
Jika rindu berpintu, mungkin juga setelah itu tidak ada lagi rindu. Hanya bertemu dan bertemu.
Jika rindu berpintu, mau apa kamu?

with love :)Desi

Kamis, 05 September 2013

"Ada yang lebih menyukai kopi dari pada aku. Aku pernah memiliki keduanya, dia dan kopi. Kalau sekarang dia sudah tidak lagi di sisiku, apakah aku harus menahan kenangan tentangnya dengan secangkir kopi?"

Rabu, 04 September 2013

Kepadaku yang bersedia menunggumu kamu berkata, “Aku tak mau membuatmu menunggu, aku takut nanti mengecewakanmu.” Lalu tahukah kamu bahwa tak perlu nanti, seketika itu pula kamu telah membuatku kecewa.

Song for You :')

Tulus __ Teman Hidup

Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk, memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja


I hope you hear this song, empatbelastiga.
with love :')
Desi

Senin, 02 September 2013

Song for You :)

Lihat aku di sini
Kau lukai
Hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa
Aku bisa memberikan maaf padamu

Mungkin karena..Cinta..
Kepadamu tulus dari dasar hatiku

Mungkin karena..Aku..
Berharap kau dapat mengerti cintaku

Lihat aku di sini
Bertahan
Walau kau sering menyakiti
Hingga air mataku
Tak dapat menetes dan habis terurai

Meski kau terus sakiti aku
Cinta ini
Akan selalu memaafkan
Dan aku percaya nanti engkau
Mengerti bila cintaku takkan mati

RAMA __ BERTAHAN

with love :)
Desi
Before go to campus :)


Minggu, 01 September 2013

Mana Aku Tahu

Mana aku tahu, bahwa malam saat aku ngilu disengat rindu dan memeluk guling dengan haru, kau di sana bersama kekasih baru.

Mana aku tahu cintamu palsu. Coba kau bilang sejak dulu, mungkin sekarang jiwaku tak akan lebam dihajar pilu.

Mana aku tahu ternyata bagimu semua sama. Aku. Dia. Dia. Dia… Sebenarnya ada berapa wanita yang kau cobai cintanya?

Hatiku melonjak girang setelah mendengar suaramu dari seberang. Mana aku tahu ternyata kau juga habis menelepon dia.

Bertemu sehari, menahan rindu seratus hari. Keberadaanmu cukup bagiku. Mana aku tahu aku seorang belum cukup untukmu.

Hampir mati menahan rindu. Nyaris gila melawan ragu. Kau di sana mengumbar cinta tanpa malu-malu. Mana aku tahu.

Kau kecup mimpiku. Detik itu aku ingin matamu jadi rumahku. Ternyata kau berencana melanjutkan petualanganmu. Mana aku tahu.

Aku mencintai kelebihanmu, mengasihi kekuranganmu. Tapi mungkin belum cukup pantas untuk memeluk hatimu. Mana aku tahu.

Pernahkah aku melintas di khayalmu?

Pernahkah sedetik saja kau sungguh-sungguh merindukanku?

Entahlah. Mana aku tahu.

with love :)
Desi