Dear you 230987-261112
Di sore semacam ini, ketika udaranya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu banyak angin, kita pernah bersama-sama menikmati kopi. Kamu bercerita tentang studimu di sana, aku bercerita tentang apa saja yang bisa membuatmu tertawa.
Di sore semacam ini, kita pernah membicarakan hubungan antara hujan dengan kenangan. Kamu berargumen bahwa hujan dan kenangan itu semacam saudara sepupu, kalau hujan datang, habis itu kenangan secara otomatis datang. Aku tidak setuju. Menurutku, itu hanya berlaku ketika seseorang sendirian, tidak berlaku jika seseorang dalam keramaian. Kita berdebat sekian lama, tapi tetap tertawa juga pada akhirnya. Tidak peduli apa hujan dan kenangan itu punya hubungan darah atau tidak, yang penting aku dan kamu bisa meluangkan waktu yang banyak.
Di sore semacam ini, ketika udaranya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu banyak angin, ada kamu di depanku adalah bahagiaku. Tapi sejak peristiwa itu, kamu hanya bagian dari ingatanku, mungkin begitu juga aku bagimu.
Bisa dibilang dulu, rindu adalah menunggu pagi datang lagi untuk bisa berbincang denganmu. Sekarang, rindu adalah kelebetan-kelebatan momen favoritku bersamamu di masa lalu terutama di sore semacam ini. Ya. Di sore semacam ini.
Jadi, aku hanya ingin mengatakan kalau setiap waktu di sore semacam ini, aku selalu teringat kamu.
Selalu.
Ternyata aku terlalu rindu dengan kita.
With love :)
Desi